KEMPALAN: Kaum ‘Ad disebutkan sebanyak 24 kali dalam Alquran sebagai kaum yang mana Allah Swt telah menurunkan Nabi Hud A.s untuk membimbing mereka kembali ke jalan yang lurus.
Dalam kisah kali ini, yang diambil dari Madain Project, memperlihatkan sisa-sisa Kota Ubar dari Kaum ‘Ad yang hancur karena badai pasir akibat penolakan terhadap seruan Nabi Hud A.s. Para pemimpin Kaum Ad termasuk Ad bin Kin’ad, pemimpin pertamanya yang hidup antara abad ke-23 atau abad ke-10 SM; Aldhan Khuljan yang hidup kisaran abad keempat atau ketiga sebelum masehi; dan menurut beberapa legenda, Shaddad, pemimpin terakhirnya yang hidup pada abad kelima atau keenam masehi.

Geographos karya Claudius Ptolemaus turut menyebutkan Kota Ubar yang menjadi tempat Kaum Ad kisaran abad ketiga atau keenam masehi yang hancur karena bencana alam.
Sisa-sisa Ubar sekarang dikenal sebagai Shisri di wilayah Dhofar, Oman. Penggalian arkeologi menunjukkan bahwa pos terdepan ini terlibat dalam perdagangan dupa, yang berarti mungkin merupakan pemukiman yang cukup besar. Reruntuhan menunjukkan dulu ada benteng yang dikelilingi oleh delapan dinding dengan menara di setiap sudutnya, deskripsi yang sesuai dengan deskripsi Ubar yang legendaris dalam dokumen kuno.

Orang ʿĀd (Adids) biasanya ditempatkan di Arab Selatan, di lokasi yang disebut sebagai “al-ʾAḥqāf” (الأحقاف), “Dataran Berpasir,” atau “Perbukitan Pasir yang Melengkung Angin”). ‘Ād (‘ Aad) adalah suku Arab kuno dan sebuah distrik di Arab Selatan yang dipimpin oleh ‘Ad ibn Kin’ad. Suku ʿAad menetap di suatu daerah di sebelah Timur suku Qahtan dan mendirikan Kerajaan ʿAad di Arab Selatan sekitar abad ke-10 SM dan abad ke-3 Masehi. (Madain Project, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi