YERUSALEM-KEMPALAN: Ratusan murid sekaligus pengikut Rabi Meir Kahane berbaris di jalan-jalan di sejumlah kota di Israel. Sembari berteriak, “Matilah orang Arab”, para demonstran ultra-nasionalis menyerang siapa pun yang mereka temui, Jumat (14/5).
Sepekan ini, mereka mengambil bagian dalam gelombang kekerasan komunal di Yerusalem dan kota-kota berpenduduk campuran di seluruh Israel. Dengan kejam, mereka menyerang orang-orang Arab dan warga Yahudi biasa. Pembakaran mobil juga terjadi di beberapa sudut kota.
Rabi ultra-nasionalis Meir Kahane sohor sebagai penyebar ideologi anti-Arab. Walau ia kelahiran Brooklyn, AS, tahun 1932, namun karir politiknya justru di Knesset (Parlemen Israel). Pada dekade ’80-an, Kahane aktif menebar teror ke warga Arab dan Palestina di sejumlah pemukiman.
Keresahan spontan meningkat saat itu, bukan saja di kalangan warga Arab, melainkan juga di komunitas Yahudi biasa. Sampai kemudian ia didepak dari Knesset tahun 1988, dan hengkang ke AS. Pemerintah AS lantas memasukkan partai Kach dan kelompok Kahane ke dalam daftar organisasi teroris.
Pada tahun 1994, pengikut Kahane Baruch Goldstein memberondong tembakan ke sebuah situs suci di kota Hebron, Tepi Barat. Aksi brutal Goldstein menewaskan 29 jamaah Muslim dan melukai lebih dari 100 warga. Israel dan AS lantas melabeli gerakan Kach dan cabangnya, Kahane Lives, sebagai kelompok teroris.
Kahane sendiri terbunuh di New York, 1990. Tapi, ideologinya masih abadi dalam sanubari pengikut setianya di Israel. Merujuk ke laporan Associated Press, Kamis malam (13/5) waktu setempat, perselisihan etnis meruncing antar warga di sejumlah lokasi di Israel akibat provokasi pengikut Goldstein.
Termasuk di Tel Aviv. Dua pria Yahudi menyerang seorang jurnalis yang meliput pertemuan ultranasionalis. Di kota Lod, Israel tengah, seorang pria Yahudi ditembak dan terluka parah oleh seorang pria Arab. Di Jaffa, seorang tentara Israel diserang oleh sekelompok orang Arab dan dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius. Aksi saling balas antar warga biasa terjadi akibat provokasi pengikut Kahane.
Bagi warga Israel, ekstremisme sayap kanan dianggap penyimpangan yang buruk atau reaksi terhadap kekerasan Palestina. Pandangan semacam ini umum di kalangan mereka. Sebaliknya, bagi warga Arab, yang merupakan 20 persen dari populasi Israel, pewaris Kahane adalah hasil alami dari sistem diskriminatif.
Celakanya, justru ideologi Kahane lantas dinormalisasi beberapa pemimpin arus utama Israel saat ini, yang sebagian besar memiliki pandangan serupa. Apalagi, pengagum Goldstein, yang selama bertahun-tahun menggantungkan foto Goldstein di dinding ruang tamunya, terpilih menjadi anggota parlemen Israel.
Mereka bersekutu dengan partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Kebangkitan politisi pro-Kahane ikut menyulut konflik yang kemudian meluas. Retorika anti-Arab dan anti-Palestina dari politisi ini bergema dimana-mana.
Salah-satu loyalis Netanyahu adalah Itamar Ben-Gvir. Ia bergabung di Knesset sebagai bagian dari gerakan Zionisme Keagamaan. Organisasi ini merupakan blok partai sayap kanan yang bersatu atas desakan Netanyahu, sehingga tidak ada kelompok politisi ultra-nasionalis yang jatuh di bawah ambang batas pemilihan.
Sejak itu, Ben-Gvir sering tampil di media. Ia memperlihatkan sikap ceria dan bakat untuk menangkis kritik saat bercanda dengan pembawa acara TV dan radio.
Sebuah lembaga riset Israel, Ifat, mengatakan Ben-Gvir adalah politikus ketiga yang paling banyak diwawancarai di TV dan radio Israel, di belakang Netanyahu dan Naftali Bennett, politisi sayap kanan lainnya.
Situasi di dalam Knesset telah berubah. Kelompok ekstrem kanan yang mendukung pendudukan Israel serta melawan kemerdekaan Palestina memenangi sebagian besar kursi di parlemen pada Maret lalu. (The Associated Press/reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi