Kamis, 30 April 2026, pukul : 16:02 WIB
Surabaya
--°C

Juarai Liga Inggris, Apa Kunci Kemenangan Man City?

MANCHESTER – KEMPALAN: Menghadapi jadwal yang padat, Pep Guardiola memanfaatkan sepenuhnya pasukannya dengan melakukan rotasi berkala untuk memimpin Manchester City menuju kejayaan Liga Premier, Menjuarai Carabao Cup, serta lolos ke final Liga Champion di musim ini.

Bahkan di sisa hari terakhir musim Liga Premier, masih sulit untuk memprediksi bagaimana susunan starting nine City di setiap pertandingan. Nyatanya, rotasi lah yang justru menjadi nama dari starting nine dalam permainan Pep Guardiola.

Manajer Manchester City itu telah memanfaatkan kekuatan skuadnya untuk menavigasi jadwal padat di musim ini. Di Liga Premier saja, dia telah membuat 120 perubahan susunan pemain dengan rata-rata hampir satu perubahan di tiap empat pertandingan.

Pendekatan ini terkadang mendapat sorotan. Terutama ketika ia mengganti delapan pemain dalam kekalahan semifinal Piala FA Manchester City dari Chelsea, namun tiga hari setelah mereka mengalahkan Borussia Dortmund di perempat final Liga Champions.

Guardiola tidak pernah goyah. “Mereka manusia, bukan mesin.” jelasnya pada bulan April.

Guardiola memang memiliki sumber daya yang sulit untuk ditiru. Namun, kebijakan rotasi yang memungkinkan dia untuk menjaga pemainnya tetap segar selama musim di mana mereka berjuang di empat kompetisi. Quadruple yang belum pernah terjadi sebelumnya terbukti di luar mereka, tetapi treble masih dalam jangkauan.

Semua orang telah memainkan peran penting dan kesepakatan £ 60 juta untuk menandatangani Ruben Dias tidak diragukan lagi telah menjadi faktor utama dalam kesuksesan musim ini, itu juga merupakan tahun di mana Guardiola menemukan solusi di lini belakang setelah kepergian Vincent Kompany.

Peningkatan statistik Ikay Gundogan

Selain Dias, Ilkay Gundogan, Phil Foden, dan John Stones adalah beberapa pemain yang telah mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi penting di musim ini.

Salah satu ciri yang paling menarik dari kesuksesan City musim ini adalah banyak gol yang dicetak tanpa striker konvensional di lapangan.

Cedera Sergio Aguero telah membatasi Pep hanya pada segelintir striker dan Gabriel Jesus, sering kesulitan di depan gawang. Hasilnya, dua pemain yang mencetak 46 gol di musim lalu hanya memiliki total gabungan 17 gol musim ini.

Pep Guardiola telah membuat banyak perubahan yang membuat Manchester City sekarang memiliki 16 pencetak gol berbeda di Liga Premier musim ini, di mana kebanyakan gol lahir dari sumber yang tidak terduga.

Pada musim lalu, Ilkay Gundogan tidak pernah mencetak lebih dari enam kali dalam satu musim sejak awal karirnya bersama Nurnberg di Jerman. Namun, ketika Pep melakukan sedikit perubahan, gelandang tengah menjadi pemburu gol yang hebat.

Pemain berusia 30 tahun itu telah mencetak 16 gol di musim ini, dengan 14 golnya terjadi dalam periode tiga bulan antara Desember dan Maret di mana City menarik diri tengah hingga ke puncak klasemen Liga Premier.

Gundogan masih berada di lini tengah selama periode itu, tetapi dalam peran yang lebih maju, dengan sedikit keterlibatan dalam permainan membangun City dan lebih banyak sentuhan di dalam dan sekitar kotak lawan. Di sana, di depan gawang, ketenangan dan ketepatannya dimanfaatkan dengan baik.

Peningkatan statistik Phil Foden selama empat musim.

Peran baru Gundogan menuntut penyesuaian lebih jauh, tetapi Guardiola juga menemukan solusi di sana, menginstruksikan bek sayap Joao Cancelo untuk masuk ke lini tengah saat City menguasai bola.

Gundogan menggambarkan pergerakan Cancelo ke lini tengah sebagai “pemicu” baginya untuk maju menyerang.

Gundogan bukan satu-satunya pemain yang produksi golnya meningkat secara dramatis.

Phil Foden yang selalu dipandang sebagai penerus David Silva, telah semakin dewasa dan memberikan kontribusi yang luar biasa untuk City di musim ini.

Ketika dia membuat gol kedua Riyad Mahrez ke gawang Paris Saint-Germain pada pekan lalu, dia menjadi pemain City pertama yang mencapai double digit untuk gol dan assist di musim ini.

Foden telah mencetak 14 gol dan 10 assist dalam penampilanya sebanyak 47 kali di semua kompetisi bersama City. Dia memainkan peran dan menjadi tokoh kunci kemenangan City di Liga Champions.

Kembalinya performa John Stone juga menjadi salah satu kunci kesuksesan City. Pemain berusia 26 tahun itu tampil luar biasa bersama Dias dan menjadi salah satu pasangan bek tengah terbaik di Liga Inggris saat ini.

Pasangan bek tengah ini hanya kebobolan satu gol dalam 13 pertandingan pertama yang mereka mulai dan juga mencatatkan clean sheet melawan Paris Saint-Germain di leg kedua semifinal Liga Champions.

Guardiola telah berhasil memanfaatkan kekuatan pasukannya di musim yang unik dan penuh tantangan ini. Manchester City memang memiliki banyak bakat dalam susunan pemainnya, namun cara Guardiola menggunakan para pemain lah yang membuat perbedaan. (Sky Sports, Edwin Fatahuddin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.