Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 16:19 WIB
Surabaya
--°C

Ketua Satgas Covid-19: Jangan Mudik, Jangan Mudik, Jangan Mudik

JAKARTA-KEMPALAN: Doni Monardo selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengajak semua komponen bangsa untuk kerja sama mengimplementasikan kebijakan peniadaan mudik yang telah diputuskan pemerintah.

Hal ini disampaikan Doni pada Diskusi Media Forum merdeka Barat 9 bertajuk “Jaga Keluarga, Tidak Mudik” yang digelar secara daring pada Rabu (5/5)

“Seluruh pihak baik di pusat, di daerah, sampai dengan di tingkat desa dan kelurahan mari bekerja keras untuk mengingatkan masyarakat kita, jangan mudik, jangan mudik, jangan mudik,” tuturnya.

Menurut hasil survei, masih ada tujuh persen masyarakat yang akan mudik usai diumumkannya kebijakan peniadaan mudik. Jumlah itu, menurut Doni adalah jumlah yang sangat besar berkisar 18,9 juta orang dari 270 juta total penduduk Indonesia.

Maka dari itu, Ketua Satgas itu meminta agar semua pihak di daerah dapat melakukan penyuluhan setiap saat berkaitan dengan kebijakan peniadaan mudik.

“Masyarakat yang ingin mudik pun masih ada tujuh persen. Tugas kita adalah mengurangi angka ini sekecil mungkin. Lebih baik hari ini kita lelah, kita dianggap cerewet, daripada korban COVID-19 berderet-deret, karena sudah tidak ada lagi pilihan lain,” tambah Doni.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk menahan diri tidak mudik agar tidak beresiko meningkatkan laju infeksi Covid-19 di daerah seraya menambahkan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan dan medis di sejumlah daerah tidak cukup memadai dan akan memperparah resiko terpapar Covid-19.

“Di setiap daerah belum tentu memiliki rumah sakit yang memadai, belum tentu ada dokter yang merawat, akibatnya mereka yang terpapar COVID-19 bisa menjadi fatal, bisa mengakibatkan kematian dan banyak daerah yang mengalami peristiwa seperti itu pada tahun yang lalu,” kata Ketua Satgas itu.

Doni juga menegaskan, kebijakan peniadaan mudik adalah langkah tepat dan bijaksana guna mencegah peningkatan jumlah penularan Covid-19. Ia juga mengingatkan bahwa setiap libur panjang selalu diiringi dengan peningkatan kasus yang tajam seperti pada libur Lebaran tahun lalu.

“Berkaca pada perjalanan kita sudah setahun lebih menghadapi COVID-19, setiap libur panjang pasti akan diikuti dengan kenaikan kasus aktif dan juga akan diikuti dengan bertambahnya angka kematian,” jelasnya. (reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.