Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 19:54 WIB
Surabaya
--°C

Terorisme Menurut Federal Bureau of Investigation (FBI)

WASHINGTON-KEMPALAN: Istilah terorisme semakin marak semenjak George W. Bush selaku Presiden AS mencanangkan kebijakan “War on Terror” usai penabrakan pesawat di World Trade Center (WTC) oleh kelompok yang disebut-sebut sebagai Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden.

Ada berbagai definisi mengenai terorisme yang sifatnya berubah-ubah dan ditetapkan oleh pemerintahan yang legal, maka dari itu istilah ini kerap kali berbau politik dan disematkan kepada musuh politik sebuah rezim.

Namun, penegak hukum seperti Federal Bureau of Investigation (FBI) di Amerika Serikat juga membuat definisi atas terorisme untuk menjadi acuan guna melihat kasus mana yang patut disebut terorisme.

Mereka menyatakan bahwa melindungi Amerika Serikat dari serangan teroris adalah prioritas utama FBI dan menambah bahwa diri mereka bekerja sama dengan mitranya untuk melemahkan sel-sel dan operasi teroris di AS serta membantu membongkar jaringan ekstrimis di seluruh dunia juga memutus pembiayaan dan bentuk dukungan lain yang diberikan kepada organisasi teroris asing.

“Tindak kekerasan dan kriminal yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok yang terinspirasi oleh, atau terkait dengan, organisasi atau negara teroris asing yang ditunjuk (disponsori negara),” ujar laman FBI berkenaan dengan definisi terorisme internasional.

Sementara terorisme domestik menurut FBI adalah “Tindakan kekerasan dan kriminal yang dilakukan oleh individu dan/atau kelompok untuk tujuan ideologis lebih lanjut yang berasal dari pengaruh domestik, seperti yang bersifat politik, agama, sosial, ras, atau lingkungan.”

Perubahan besar terjadi dalam tindak terorisme, dimana pelaku sekarang bertindak sendiri, kerapkali disebut “Lone Wolf”, namun FBI menggunakan istilah “Lone Offender” (pelaku tunggal) yang menurut mereka teradikalisasi secara daring dan bergerak ke arah kekerasan dengan cepat. Para pelaku tunggal ini juga tidak memiliki afiliasi atau bimbingan kelompok yang jelas. Jenis pelaku macam ini cukup sulit dikenali, diselidiki dan diganggu.

Perkembangan baru dari terorisme disebabkan oleh internet dan media sosial yang mana para ekstremis semakin jaya di dunia maya melalui publikasi segala macam bentuk. Media sosial juga memungkinkan teroris internasional dan domestik untuk mendapatkan akses virtual yang belum pernah terjadi sebelumnya ke orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat (dan juga negara lain) dalam upaya mengaktifkan serangan di tanah airnya masing-masing.

“Negara Islam Irak dan Syam (NIIS), khususnya, mendorong simpatisan untuk melakukan serangan sederhana di mana pun mereka berada — atau melakukan perjalanan ke wilayah yang dikuasai ISIS di Irak dan Suriah dan bergabung dengan barisannya sebagai pejuang asing. Pesan ini beresonansi dengan pendukung di Amerika Serikat dan luar negeri,” kata FBI melalui situs resminya tentang terorisme.

Biro tersebut juga menyediakan saran-saran kepada masyarakat untuk melindungi dirinya, yakni tetap awas dengan lingkungan sekitar, tidak membagikan informasi pribadi secara berlebihan, dan katakan sesuatu jika melihat sesuatu yang mencurigakan (melapor kepada FBI). Dalam banyak kasus, teman dan keluarga pelaku adalah yang pertama untuk mengetahui perubahan perilaku yang mungkin mengindikasikan seseorang bergerak menuju kekerasan. (FBI, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.