Senin, 27 April 2026, pukul : 04:12 WIB
Surabaya
--°C

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Ini Pesan Khofifah

SURABAYA – KEMPALAN : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melantik Indrata Nur Bayuaji sebagai Bupati Pacitan dan Gagarin sebagai Wakil Bupati Pacitan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (26/4). Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 131.35-312 Tahun 2021 tanggal 24 Februari 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kab/Kota Provinsi Jatim.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pacitan fokus peningkatan sumber daya manusia baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun SDM ekonomi khususnya KUMKM berbasis digital IT.

Gubernur Khofifah juga berpesan agar bupati dan wakil bupati yang baru dilantik untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana.
Hal ini dikarenakan wilayah geografis Kab. Pacitan merupakan wilayah Pantai Selatan Jawa yang menurut prediksi beberapa ahli rawan akan terjadinya bencana alam.

“Bukan kita menunggu datangnya bencana, tetapi bahwa tipologi Ring of Fire dan kemungkinan patahan-patahan bumi itu kemungkinan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia termasuk Jatim,” katanya.

Khofifah juga mengingatkan soal pentingnya pembangunan SDM dan permasalahan kemiskinan. Bahwa salah satu yang menjadi ujung tombak dalam pembangunan adalah kualitas SDM, seperti yang tertuang dalam lima program prioritas Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Maka PR yang harus kita lakukan adalah menurunkan angka stunting, termasuk di dalamnya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” katanya.

Penurunan angka stunting, AKI dan AKB ini, lanjutnya, harus menjadi satu kesatuan. Hal ini dikarenakan ketiga hal tersebut menjadi referensi bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama yang terkait dengan peningkatan kualitas SDM dan daya saing.

“Untuk itu saya berpesan kepada Ketua TP PKK Kab. Pacitan untuk memperhatikan hal ini secara serius mengingat hal tersebut erat kaitannya dengan peningkatan kualitas SDM dan daya saing kita,” tegasnya.

Sementara itu soal kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka, juga perlu menjadi perhatian di tengah maraknya pekerja dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemprov Jatim ini mengatakan bahwa proses Musrenbang baik kab/kota maupun tingkat provinsi telah selesai dilakukan serta APBD juga sudah diputuskan.
Oleh karena itu ia meminta agar apa yang sudah termaktub di dalam hasil Musrenbang dan kemudian sudah diputuskan tersebut dapat dimaksimalkan pelaksanaannya dalam proses keberlanjutan pembangunan.

“Kami harap bisa diteruskan, dilanjutkan, dikembangkan dan dipercepat pelaksanaannya paling tidak dari program prioritas nasional salah satunya pengembangan infrastruktur yakni Bendungan Tukul di Pacitan. Saya harap ini dapat terus dikembangkan proses irigasinya, aspek wisata serta sumber listrik hydro power,” terangnya.

Seperti diketahui, dari hasil Pilkada Serentak kab/kota di Provinsi Jatim pada 9 Desember 2020 yang lalu, terdapat 19 kab/kota. Namun sebanyak 17 kab/kota telah dilaksanakan pelantikan Kepala Daerah serentak pada (26/2) lalu. Sedangkan untuk Kabupaten Tuban pelantikan rencananya akan dilaksanakan menyusul pada bulan Juni mendatang. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.