Senin, 25 Mei 2026, pukul : 19:49 WIB
Surabaya
--°C

Bawa Tiga Fitur Khusus, Tim Spektronics ITS Juara Chem-E-Car Internasional

SURABAYA – KEMPALAN : Setelah vakum mengikuti perlombaan Chem-E-Car selama hampir setahun dikarenakan pandemi, tim kebanggaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Tim Spektronics yang diwakili Spektronics XX berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai juara. Kali ini subtim Spektronics XX mucul sebagai juara pertama pada kompetisi Chem-E-Car internasional, yaitu Indonesia Chem-E-Car Competition (ICECC) 2021, Minggu (11/4) lalu.

Kesuksesan Spektronics XX tidak lepas dari kerja keras lima mahasiswa ITS yang tergabung di dalamnya. Yakni Michael Adrian (Teknik Kimia 2018) selaku ketua tim, Lulu Sekar Taji (Teknik Kimia Industri 2019) selaku penanggung jawab dalam pengolahan data, Delvin Theodorus (Teknik Kimia 2019) selaku runner mobil, Rafli Revansyah (Teknik Kimia 2020) sebagai penanggung jawab chemical, dan Abdul Quddus Al Kahfi (Teknik Kimia 2020) sebagai penanggung jawab mechanical.

Pada kompetisi Chem-E-Car yang digelar secara daring di kampus ITS ini, masing masing tim diharuskan membuat prototipe mobil dengan bahan bakar dari reaksi kimia. Mobil tersebut harus berhenti pada jarak lintasan yang ditentukan selagi membawa beban. Pada kompetisi tersebut, Spektronics XX berhasil meraih nilai race nyaris sempurna dan tertinggi di antara 21 tim lainnya yang berasal dari universitas dalam dan luar negeri.

BACA JUGA  Gelar Turnamen Padel Terbesar di Jatim, Ini Cara El Grande Padel Club Menggaet 750 Peserta

Penanggung jawab pengolahan Data Lulu Sekar Taji dikonfimasi Jumat (16/4) menjelaskan, mobil Spektronics XX ini dapat bergerak karena adanya tekanan dari gas oksigen (O2) yang diperoleh dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida (H2O2). Gas oksigen ini kemudian melewati pressure regulator set yang berfungsi untuk menyaring gas yang dihasilkan, mengatur keluaran tekanan, dan mengontrol kecepatan aliran gas.

Setelah melewati alat tersebut, oksigen akan masuk ke pneumatik yang berfungsi sebagai mesin penggerak.

“Gerakan pneumatic ini akan menggerakkan roda dengan memanfaatkan pulley dan belt sebagai perantara, sehingga dapat mengurangi error dari putaran ban dan meningkatkan torsi dari mobil,” lanjut mahasiswi kelahiran tahun 2000 ini.

Menurut Lulu, keberhasilan mobil Spektronics XX pada Race ICECC 2021 tersebut dikarenakan fitur-fitur unik yang dimilikinya. “Ada tiga fitur yang membedakan mobil Spektronics XX dengan mobil tim yang lain yaitu, transducer, timing pulley, dan material,” jelasnya.

BACA JUGA  Perluas Branding, ITS Wakili Indonesia Pameran Pendidikan di Rusia

Lebih lanjut, gadis asal Batam ini memaparkan, transducer tersebut merupakan sensor pembaca tekanan yang dihubungkan dengan micro-controller berupa Arduino dan juga LCD. Data yang terbaca oleh transducer tersebut dikirm ke Arduino, kemudian Arduino mengirimkan output ke LCD. “Penggunaan transducer ini meningkatkan keakuratan dari pembacaan tekanan yang dihasilkan gas oksigen dibanding menggunakan pressure gauge,” imbuhnya.

Fitur timing pulley dalam mobil Spektronics XX memiliki fungsi untuk mengurangi kesalahan jarak yang disebabkan oleh rotasi dari Camshaft. “Fitur unik lainnya, yaitu material yang digunakan pada mobil Spektronics XX yang berupa penggunaan bahan berkualitas tinggi dan sesuai untuk mecegah terjadinya korosi,” jelas satu-satunya anggota perempuan di tim tersebut.

Dalam proses pengerjaannya, Lulu mengatakan bahwa timnya memiliki keterbatasan waktu untuk menyiapkan perlombaan ICECC 2021 dikarenakan sedang menyiapkan proyek yang lain. “Namun, dengan keuletan dan kerja sama antar anggota tim, Spektronics XX sukses berlaga di ICECC 2021,” tandasnya bangga. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.