Senin, 25 Mei 2026, pukul : 09:48 WIB
Surabaya
--°C

Joe Biden Dukung Gaji yang Setara untuk Perempuan, Proklamasikan Hari Kesetaraan Gaji

WASHINGTON-KEMPALAN: Presiden Joe Biden dan ibu negara Jill Biden menyoroti perbedaan gaji antara pria dan wanita Amerika dalam acara yang menandai Hari Kesetaraan Gaji pada Rabu (24/3) dengan anggota tim sepak bola wanita nasional AS.

“Pemerintahan saya akan memperjuangkan gaji yang setara,” kata Biden. “Ini tentang keadilan, tentang kelayakan, tentang menghayati nilai-nilai kita, siapa kita sebagai bangsa. Gaji yang sama membuat kita semua lebih kuat,” tambah Joe Biden seperti yang dikutip Kempalan dari Voice of America.

“Selisih gaji itu nyata. Ini merusak keamanan finansial bagi wanita dan keluarga. Itu melukai seluruh ekonomi kita,” kata Biden seperti yang dikutip dari Fox 59. “Rencana Penyelamatan Amerika dirancang untuk mengatasi tantangan inti ini. Ini menempatkan uang ke dalam kantong orang-orang yang paling membutuhkannya.”

Pemerintahan Biden-Harris, dalam pernyataan di situs Gedung Putuh, percaya bahwa memastikan pembayaran yang setara sangat penting untuk memajukan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan Amerika serta kekuatan ekonomi kita di sini, di dalam negeri, dan daya saing kita di luar negeri.

“Kita harus mulai dengan mengesahkan RUU Paycheck Fairness, yang akan mengambil langkah penting menuju tujuan mengakhiri diskriminasi gaji. Misalnya, undang-undang tersebut akan melarang pemberi kerja mencari riwayat gaji – menghapus pembenaran umum yang keliru bagi perempuan yang bergaji rendah dan orang kulit berwarna – dan akan meminta pertanggungjawaban pemberi kerja yang terlibat dalam diskriminasi sistemik,” ujar Biden dalam pernyataan itu.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Biden menambahkan bahwa RUU tersebut juga akan berfungsi untuk memastikan transparansi dan pelaporan disparitas dalam upah, karena masalah tidak akan pernah diselesaikan jika para pekerja tidak mengetahui fakta bahwa mereka tidak dibayar secara adil.

Selain itu, Cecilia Rouse, ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, mengatakan pemerintah mengambil tindakan untuk mengurangi kesenjangan upah gender, termasuk dengan mendukung Undang-Undang Keadilan Pembayaran yang diperkenalkan kembali bulan lalu di Kongres, mendorong cuti keluarga yang dibayar dan membuat perawatan anak lebih terjangkau.

“Pemerintahan Biden-Harris sedang bekerja untuk memastikan putri kami memiliki kesempatan yang sama dengan putra kami,” kata Rouse dalam briefing Rabu (24/3) kepada wartawan. Para pejabat pemerintahan telah berfokus untuk mengulas permasalahan kesenjangan jender dalam peluang ekonomis dan ketenagakerjaan sebagai bagian dari rencana Build Back Better dari Biden dan agendanya terhadap perempuan ini mendapatkan ulasan yang baik dari para pengamat.

“[Ini] adalah pertanda baik bahwa pemerintah melihat masalah ketidaksetaraan gaji dalam ekosistem yang jauh lebih besar yang telah lama mengabaikan bias sistemik dan ketidakefisienan yang melanggengkan ketidakadilan berbasis gender dalam kesejahteraan dan hasil ekonomi,” kata Kelly Dittmar, direktur penelitian di Pusat Wanita dan Politik Amerika di Institut Politik Eagleton di Universitas Rutgers – Camden.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Sementara itu pada hari yang sama, Komite DPR untuk Pengawasan dan Reformasi mengadakan audiensi untuk menghormati Hari Kesetaraan Gaji untuk memeriksa kerugian ekonomi yang disebabkan oleh ketidaksetaraan jender yang telah berlangsung lama, yang telah diperburuk oleh pandemi virus corona, terutama bagi perempuan kulit berwarna.

Partai Republik telah memblokir Paycheck Fairness Act, dengan alasan bahwa perbandingan antara gaji pria dan wanita bukanlah (perbandingan) “apel untuk apel” dan sering kali disebabkan oleh keputusan karier wanita sendiri. Anggota DPR dari Partai Republik, Nancy Mace bahkan mengutarakan bahwa perempuan mau menukar gaji yang lebih tinggi dengan fleksibilitas yang lebih.

Adapun peneliti dari Heritage Foundation, Rachel Greszler yang mempunyai kecenderungan konservatif menyampaikan bahwa RUU yang bertujuan menutup apa yang disebut kesenjangan gaji dapat menghasilkan pekerjaan dan jadwal penggajian dalam satu ukuran untuk semua. Kaum konservatif beranggapan bahwa menutup kesenjangan gaji berarti mengurangi pilihan individu. (Fox59/VoA/White House, rez)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.