Sepakbola Tarkam, Hiburan Warga Surabaya

waktu baca 2 menit
Rungkut FC: Mario Gomez pemain, Khairallah Abdelkbir, Supriyadi dan dua pemain Persebaya Women dalam sesi foto tim sebelum berlangsungnya sepakbola tarkam di Lapangan Stadion Gelora Lakarsantri, Kamis (18/2).

SURABAYA- KEMPALAN: Tarkam yang merupakan akronim dari Antar Kampung merupakan penyebutan pertandingan sepakbola yang ada di lingkungan masyarakat yang jauh dari kata “liga profesional”.  Sepakbola Tarkam sendiri sangat murah dan mudah untuk dimainkan.

Dalam Sepakbola Tarkam tidak hanya dimainkan oleh profesional tetapi juga dapat dimainkan oleh lapisan masyarakat apapun, mulai anak muda sampai orang tua, dari buruh pabrik sampai pemain profesional sepakbola. Tarkam sendiri tidak hanya eksis di desa-desa yang berada jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota.

Di Surabaya dapat banyak ditemui klub-klub lokal dari kampung-kampung kota metropolitan itu. Klub-klub tersebut biasa mengadakan latihan biasa dan latihan tanding dengan klub lokal yang ada di Surabaya maupun luar kota itu.

Dari klub-klub lokal terjalin jaringan komunikasi antar sesama warga kampung. Beberapa klub lokal Surabaya mempunyai dan mengelola sendiri lapangan mereka dan juga ada beberapa klub lokal yang latihan sepakbola dengan menyewa lapangan yang tersedia dibanyak titik di kota Surabaya seperti Stadion Gelora Lakarsantri, Lapangan Sepakbola Kedung Asem, Lapangan Sepakbola Medokan Ayu, Lapangan Sepakbola Keputih, Stadion ITS, Lapangan Sepakbola UNESA, Lapangan Sepakbola Lidah Wetan, Lapangan Sepakbola Benowo dan sebagainya.

Hal yang patut disorot dalam sepakbola Tarkam adalah pengelolaannya yang dilakukan dengan sistem kekeluargaan dan gotong royong. Melalui sistem tersebut tak heran jika di dalam klub lokal tarkam tidak memiliki bos atau pemimpin dan pengelolaan dana dilakukan secara sukarela.

Beberapa tahun terakhir tepatnya setahun sebelum adanya Pandemi Covid-19 Sepakbola Tarkam mulai kembali disorot oleh banyak media karena eksistensinya di tengah masyarakat ketika Liga Indonesia tidak lagi berjalan. Lantas bagaimana kabar Sepakbola Tarkam ditengah pandemi sekarang? Terlepas dari berhenti bergulirnya Liga Profesional Indonesia?

Kehadiran sepakbola Tarkam masih eksis di tengah pandemi saat ini. Sepakbola Tarkam juga sebagai ajang para pemain sepakbola profesional untuk tetap menjaga kebugarannya. Saat pandemi ini pun hadir sejumlah klub lokal untuk meramaikan sepakbola Tarkam di Surabaya.

Dalam foto diatas dapat ditemui Mario Gomez pemain Borneo FC, Khairallah Abdelkbir mantan pemain Bhayangkara FC, Supriyadi pemain Persebaya Surabaya dan dua pemain kebanggaan Persebaya Women dalam sesi foto tim sebelum berlangsungnya sepakbola tarkam di Lapangan Stadion Gelora Lakarsantri, Kamis (18/2).

Kehadiran Tarkam ditengah pandemi sebagai hiburan yang merakyat tidak dapat dihilangkan keberadaannya. Sepakbola Tarkam tidak hanya sebagai ajang silaturahmi dan menjaga kekeluargaan antar warga kota Surabaya, akan tetapi Sepakbola Tarkam sebagai sarana penghubung masyarakat lapisan bawah juga menyimpan kekuatan tersendiri sebagai penggerak warga Surabaya. (amf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *