Mall Surabaya Tak Rayakan Imlek, Barongsai Sepi Order

waktu baca 3 menit
Lampion yang dipasang di JMP untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2021. Tidak ada lagi pertunjukan barongsai. "Hampir semua mall di Surabaya tidak menggelar pertunjukan barongsai. Ada yang order, tapi kemudian dibatalkan setelah ada himbauan dari pemerintah," kata Awie.

SURABAYA, KEMPALAN: Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Surabaya pada tahun 2021 ini tidak akan semeriah tahun sebelumnya. Hal ini setelah terbitnya Surat Edaran (SE) Pemerintah Kota Surabaya Nomor 443/1160/436.8.4/2021.

Dalam SE yang ditandatangani Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana itu berisi himbauan kepada pengurus tempat ibadah serta pengelola hotel, pusat perbelanjaan atau mall, tempat wisata, apartemen dan area publik lainnya agar tidak menyelenggarakan lomba pawai, pertunjukkan dan atau atraksi barongsai.

Himbauan itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa di masa pandemi Covid-19.

Dengan adanya SE tersebut, kini para pengusaha dan pengelola pusat perbelanjaan terpaksa membatalkan agendanya untuk merayakan Imlek. Salah satunya adalah tidak menggelar pertunjukan barongsai dan bagi angpau yang selama ini menjadi ciri khas Perayaan Tahun Baru lmlek atau Tahun Baru China.

Di antaranya adalah Jembatan Merah Plasa (JMP) dan Pusat Grosir Surabaya (PGS). Dua pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Surabaya Utara ini memastikan tidak menggelar pertunjukan barongsai dan membagikan angpau.
Padahal, tahun-tahun sebelumnya selalu diadakan dan berlangsung meriah.

“Tadinya sudah ada rencana, tapi karena ada himbauan dari pemerintah, maka untuk perayaan Imlek tahun ini kita tidak lagi menggelar barongsai dan membagikan angpao,” kata Manajer Pemasaran dan Operasional JMP, Rico Santono, Rabu (10/2/2021).

Meskipun demikian, lanjut Rico, manajemen pengelola tetap merayakan Imlek dengan memasang baliho berukuran besar bertuliskan “Gong Xi Fa Cai”
Happy Chinese New Year di panggung home band JMP 2 dan halaman depan gedung JMP. Selain itu juga pernak-pernik Imlek berupa lampion, baik di JMP 1 maupun JMP 2.

Pernyataan serupa juga disampaikan Agung Santoso, Manajer Pemasaran dan Operasional PGS. Dia menegaskan jika PGS pada perayaan Imlek tahun “Kerbau Logam” ini tidak menggelar pertunjukan barongsai dan membagikan angpau.
“Intinya kita tunduk dan patuh pada aturan pemerintah. Apalagi sekarang masih dalam masa pandemi Covid-19,” kata Agung.

Kehilangan Order

Awie Sunogo dengan latar baliho bertuliskan Gong Xi Fa Cai.

Sepinya mall yang menggelar pertunjukan barongsai pada Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 12 Februari 2021 ini juga dirasakan oleh Awie Sunogo, salah satu EO yang biasa menangani pertunjukan barongsai di beberapa mall di Surabaya.
“Hampir semua mall di Surabaya tidak menggelar pertunjukan barongsai. Ada yang order, tapi kemudian dibatalkan setelah ada himbauan dari pemerintah,” kata Awie.

Demikian pula keluarga yang biasanya menggelar acara makan bersama di restoran dan kemudian membagikan angpau pada malam Imlek, kali ini hampir tidak ada. Umumnya, mereka memilih merayakan Tahun Baru Imlek di rumah masing-masing, meski kecil-kecilan.

Akibatnya, Awie mengaku kehilangan penghasilan karena tidak ada order pertunjukan barongsai. Padahal, biasanya ia kewalahan melayani permintaan dari mall yang ada di Surabaya.
“Ya mau apalagi. Kita semua menyadari karena kondisinya memang tidak memungkinkan,” tutur pria yang tinggal di kawasan Kapasan Dalam, Surabaya, itu.

Selain itu, lanjut Awie, pedagang yang biasanya mendapat keuntungan besar dari hasil penjualan pernak-pernik Imlek, seperti kue keranjang, lampion dan lain-lain kali ini banyak yang tutup karena tidak ada pembeli. “Semoga saja pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga roda perekonomian kembali normal,” harap Awie. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *