Ketua Dzurriyahl Laskar Hizbullah Sabilillah Yusuf Husni.(Foto: Istimewa)
SURABAYA-KEMPALAN: Board of Peace (BoP), yang dipimpin Donald Trump nyata-nyata sudah menjadi “sutradara” perang di Timur Tengah. Dua negara utama aliansi BoP, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
Ibukota Iran, Teheran, dan tiga kota lain dihujani bom dari jet pesawat tempur AS dan Israel.
“Dalam serangan mendadak, ketika rakyat Iran melaksanakan tahajjud pada bulan Ramadan, bom dijatuhkan pada kawasan sipil.
Persis di atap genting, kediaman Ayatollah Ali Khamenei, bersama keluarga dijatuhkan sebanyak 30 bom,” kata Ketua Dzurriyahl Laskar Hizbullah Sabilillah
Drs. H. Yusuf Husni Syakir, Apt dalam rilisnya yang diterima kempalan.com, Rabu (4/3).
Akibatnya, Pemimpin Tertinggi Negara Islam Iran itu gugur sebagai syahid bersama cucu, serta menantu dan staf. Sehingga serangan jet tempur AS terhadap Iran, merupakan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang sangat berat. Bahkan mengingkari American Declaration of Independence, yang ditulis sebagai visi pembentukan negara AS.
Ironisnya, lanjut Yusuf Husni, serangan di Kawasan sipil juga menghancurkan pesantren SD Putri di kota Minab, provinsi Hormozgan, Iran Selatan. Serangan AS dan Isreal tersebut nyata-nyata dikutuk PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Bahkan juga dikutuk di dalam negeri AS. Rakyat AS demo di dekat Gedung Putih, dan monumen Washington, berharap Donald Trump akan di-inpeachment.
“Serangan AS dan Israel, sangat keji, karena itu kami mengutuk keras serangan tersebut, dan meminta PBB segera menghentikannya,” tegas Cak Ucup, panggilan akrab Yusuf Husni.
Selain itu, ia meminta negara lain, terutama Jerman, Prancis, dan Italia, tidak turut serta dalam serangan ke Iran. Selanjutnya, Markas Besar Dzurriyah Laskar Hizbullah Sabilillah, menyatakan:
1. Mengutuk dan mengecam keras serangan AS dan Israel ke Iran, sebagai aksi genosida lanjutan, setelah penghancuran Gaza Palestina. Sekaligus upaya kudeta Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
2. Turut berduka atas gugur syahid-nya Ayatollah Ali Khamenei, yang sejalan senafas dengan prinsip hidup, motto pejuang Laskar Hizbullah Sabilillah pada perang Sabil mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Yakni, prinsip Isy Kariman au mut Syahidan. عِشْ كَرِيمًا أَوْ مُتْ شَهِيدًا: Semboyan ini memotivasi umat Muslim untuk menjalani hidup yang bermartabat, beriman, dan bermanfaat, atau gugur dalam keadaan syahid di jalan Allah (jihad fi sabilillah).
3. Serangan AS ke Iran, membuktikan Trump telah mengkhianati visi American Declaration of Independence, sebagai tujuan pembentukan negara AS. Karenanya Trump patut di-impeachment.
4. Serangan AS dan Israel, tidak sesuai dengan Mukadimah UUD 1945 alenia pertama yang menyatakan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan.”
5. Meminta kepada pemerintah yang di bawah Presiden Prabowo Subianto, untuk segera meninggalkan, dan keluar dari BoP (Board of Peace), yang digagas dan dipimpin oleh Trump. Karena BoP bukan gerakan non-blok. Serta belum memperoleh persetujuan DPR sesuai UUD pasal 11 ayat (2).
Serta nyata-nyata BoP telah kehilangan legitimasi moral setelah menyerang Iran. Semakin membuktikan bahwa BoP hanya pro-Israel Netanyahu yang tidak mendukung visi two state solution. Netanyahu berbeda dengan Yitzhak Rabin, yang mendukung perdamaian.
6. Meminta kepada pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, untuk tidak mengirim TNI–Polri ke seluruh Kawasan Timur Tengah, tanpa mandat PBB. Karena pengiriman TNI – Polri tanpa mandat PBB, bertentangan dengan Mukadiman UUD alenia keempat, yang menyatakan, “…dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial …”
“Demikian seruan kami Dzurriyah Laskar Hizbullah Sabilillah. Dengan memohon Ridha Allah SWT, teriring salam والله الموفق إلى أقوم الطريق
Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh,” pungkas Cak Ucup. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi