Sabtu, 21 Februari 2026, pukul : 09:10 WIB
Surabaya
--°C

Marhaban ya Ramadhan 1447 H

Oleh: Hendra Alfani
(Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Baturaja Sumatera Selatan)

KEMPALAN: Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin . Tanpa terasa Ramadhan 1447 H sudah kembali tiba. Tentu, dengan rasa syukur yang dalam, kita menyambutnya dengan sukacita dan penuh pengharapan.

Ramadhan selalu dinanti dan dirindukan. Sebab Ramadhan adalah kesempatan berharga bagi kita untuk memperbaiki diri, sebagai hamba-Nya yang penuh khilaf dan dosa.

Ramadhan adalah momentum penting untuk meningkatkan kualitas keimanan kita yang seringkali goyah, bahkan kehilangan arah karena bermacam godaan urusan dunia yang fana.

*

Selain itu, sebagai pengingat memasuki bulan Ramadhan tahun ini. Kalaulah sehat dan tidak sehat itu salah satunya disebabkan oleh makanan yang kita makan. Maka ingatlah pesan oran tua dulu!

Pesannya termuat dalam lima “rumus” sederhana berikut ini. Pertama , jangan makan terlalu berlebihan. Kedua , jangan makan terlalu sedikit. Ketiga , jangan telat makan, makanlah tepat waktu (khalah telat).

Keempat , jangan makan sembarangan. Terakhir, kelima , jangan makan pantangan. Apalagi kalau umur sudah 40 tahun ke atas. Insya Allah, sehat badan kita. Kalau sehat, mudah-mudahan puasa kita akan lancar dan khusuk.

Menahan haus dan lapar itu hanya salah satu ujian berpuasa. Sebab, puasa Ramadhan bukan sekedar menahan haus dan lapar. Ada ujian yang lebih besar dari itu. Yaitu: menahan dan mengontrol segala bentuk hawa nafsu!

*

Lalu ada kemungkinan perbedaan penentuan awal Ramadhan. Antara metode Hisab yang menggunakan perhitungan astronomi yang akurat dan metode Rukyat yang mengandalkan pengamatan visual hilal.

Sidang Isbat sebagai forum resmi Kementerian Agama yang mengombinasikan keduanya untuk menetapkan keputusan final yang sah bagi masyarakat untuk memulai awal Ramadhan.

Pilih yang mana? Monggo , bebas saja. Kedua pilihan itu adalah perkara ijtihadiyah yang sah dalam Islam, di mana keduanya bertujuan menentukan awal bulan hijriah dengan dasar fikih kuat. Yang pasti, puasa di bulan suci ini sama-sama dimulai pada tanggal 1 Ramadhan 1447 H. Kalau beda hari, itu soal lain lagi.

Marhaban ya Ramadhan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Tabek. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.