Bandar Lampung — Kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia perkeretaapian menjadi perhatian serius DPR RI dalam upaya menjamin keselamatan serta kelancaran layanan transportasi nasional, khususnya angkutan logistik berbasis rel. Dalam kunjungan itu, Ia mengapresiasi kesiapan sarana dan SDM Perkretapian
Pemilik sapaan akran BHS ini menegaskan, peninjauan langsung ke depo perawatan kereta api penting dilakukan untuk memastikan fasilitas maintenance berada dalam kondisi optimal dan siap digunakan. Menurutnya, kesiapan infrastruktur sarana sangat berpengaruh terhadap kontinuitas layanan serta kapasitas angkut transportasi kereta api.
“Dalam sistem transportasi terdapat dua aspek utama yang harus diperhatikan, yaitu kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan perawatan, serta perawatan fasilitas transportasi itu sendiri, baik lokomotif maupun gerbong,” ujar BHS didampingi Kepala Divre IV PT KAI Hendy Helmi beserta jajaran.
Ia menjelaskan, sekitar 80 persen kecelakaan transportasi disebabkan oleh faktor manusia atau human error, sedangkan sisanya dipicu oleh faktor teknis infrastruktur, baik sarana maupun prasarana. Oleh karena itu, perawatan rutin dan peningkatan kompetensi SDM menjadi elemen penting dalam mencegah kecelakaan.
Pada kunjungan tersebut, BHS juga meninjau langsung fungsi depo yang melayani perawatan rutin harian, bulanan, hingga tahunan terhadap lokomotif dan gerbong. Ia turut mencermati keberadaan dua jenis lokomotif baru buatan Amerika Serikat, yakni CC202 dan CC205, yang digunakan untuk kepentingan angkutan logistik.
Menurut BHS, lokomotif tersebut memiliki kemampuan menarik hingga 65 gerbong, dengan kapasitas angkut sekitar 50 ton batu bara per rangkaian. Selain memiliki daya angkut besar, lokomotif tersebut juga telah dilengkapi dengan teknologi yang canggih.
“Sistem deteksi pada lokomotif ini sangat detail, mulai dari suhu oli, air, tekanan oli, kondisi elektrik, hingga aspek teknis lainnya. Seluruhnya dapat dipantau dan dikendalikan dengan cepat oleh masinis,” jelasnya.
BHS menambahkan, pengendalian dan pemantauan kondisi lokomotif bahkan dapat dilakukan oleh pabrikan pembuat apabila masinis mengalami kendala teknis. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk kemajuan teknologi yang mendukung keselamatan dan efisiensi operasional perkeretaapian nasional.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi