Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 09:25 WIB
Surabaya
--°C

Mimpi Jadi Raja Empat Kali Beruntun Indonesia Runtuh, Thailand Rebut Kembali Tahta Kekuasaan Sekaligus Jadi Raja dan Ratu Voli Asia Tenggara 

Pemain Indonesia Boy Arnes Al Arabiy melakukan smes mendapat blok dua pemain Thailand di final bolavoli Indoor Sea Games XXXIII Thailand (foto istimewa)

BANGKOK- KEMPALAN : Keheningan mencekam menyelimuti tribun pendukung Indonesia di Indoor Stadium Huamark saat smash keras Anurak Phanram gagal dibendung blok Indonesia. Dalam pertarungan kolosal yang menguras emosi selama hampir tiga jam, Timnas Voli Putra Indonesia harus merelakan medali emas SEA Games 2025 jatuh ke tangan tuan rumah Thailand setelah kalah menyakitkan dengan skor tipis  2-3 (20-25, 25-16, 23-25, 25-23, 12-15).

Pertandingan ini bukan sekadar final; ini adalah perang saraf antara sang juara bertahan tiga kali berturut-turut dan raksasa yang bangkit dari tidur.

Sukses tim putra mengambil paksa lewat pertarungan sengit dari Indonesia menjadi lebih bermakna bagi Thailand. Sebab tim Voli putri Thailand lebih dulu naik tahta dan di nobatkan sebagai ratu voli Asia Tenggara yang ke 17 dari 23 kali penyelenggaraan. Dendan demikian Thailand berhasil menjadingkan medali emas Sea Games XXXIII Thailand.

Jalannya Pertarungan: Saling adu kecepatan dan akurasi Sanes 

Indonesia mengawali laga dengan kepercayaan diri tinggi. Kombinasi serangan cepat Farhan Halim dan power dari Rivan Nurmulki sempat membungkam ribuan suporter tuan rumah di set pertama. Namun, Thailand yang didukung atmosfer “neraka” stadion, membalas dengan pertahanan ground yang luar biasa di set kedua.

Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga set penentuan. Di set kelima, drama mencapai puncaknya. Indonesia sempat memimpin 12-10 dan berada di ambang sejarah four-peat (empat emas beruntun). Namun, beberapa kesalahan komunikasi di lini belakang dan servis mematikan dari setter Thailand mengubah segalanya. Thailand mencetak poin-poin kritis melalui counter-attack cepat yang tak terduga.

Tangis Haru dan Patah Hati

Saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya set kelima dengan skor 13-15, seluruh pemain Thailand berhamburan ke tengah lapangan dalam tangis haru. Mereka berhasil mengakhiri dominasi Indonesia yang telah berlangsung sejak 2019.

Di sisi lain, para pemain Indonesia tampak tertunduk lesu di lapangan. Kapten tim berusaha menguatkan rekan-rekannya, namun raut kekecewaan tidak bisa disembunyikan. Emas yang sudah di depan mata sirna oleh ketangguhan mental pasukan Gajah Putih di poin-poin tua.

Akhir Sebuah Era?

Kekalahan ini menandai berakhirnya supremasi mutlak Indonesia di voli indoor putra Asia Tenggara selama satu dekade terakhir. Meski membawa pulang medali perak, hasil ini menjadi catatan evaluasi besar bagi PBVSI.

“Kami sudah memberikan segalanya, tapi hari ini keberuntungan dan ketenangan ada di pihak Thailand. Ini pukulan berat, tapi kami akan bangkit,” ujar salah satu staf pelatih Indonesia dalam konferensi pers singkat yang penuh emosi.

Thailand resmi kembali menjadi raja voli putra SEA Games 2025, membuktikan bahwa mereka masih menjadi ancaman paling nyata bagi Garuda di kawasan ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.