Final Proliga Lawan bjb Tandamata, Modal Petrokimia Lebih Sempurna

waktu baca 2 menit
Selebrasi outside hitter Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Hany Budiarti. Hany yang akan jadi motor serangan Gresik Petrokimia dalam final melawan Bandung bjb Tandamata, Sabtu (26/3). (Foto: bola.com)

BOGOR-KEMPALAN: Tinggal selangkah lagi tim bola voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia menahbiskan dirinya sebagai juara Proliga 2022 untuk kali pertama dalam sejarah.

Syaratnya, Hany Budiarti dkk harus mampu mengatasi perlawanan Bandung bjb Tandamata dalam final Proliga 2022 yang akan berlangsung di GOR Kawah Candradimuka, Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Sabtu (26/3).

BACA JUGAGresik Petrokimia Butuh “Ledakan” Intan

Dalam menuntaskan penantiannya akan juara di Proliga tersebut, modal Gresik Petrokimia lebih sempurna ketimbang bjb Tandamata. Sebab, sepanjang Proliga musim ini mereka sudah mampu dua kali mempecundangi Yolla Yuliana dkk.

Dua-duanya terjadi ketika babak penyisihan grup. Yaitu menang 3-1 (25-23, 23-25, 25-22, 25-22) pada pekan ke-2 (15/1), lalu melanjutkan tren kemenangannya dengan menang tipis 3-2 (25-21, 11-25, 25-23, 27-29, 15-13) pada pertemuan kedua di pekan ke-8 (6/3).

BACA JUGAMain Nothing To Lose, Gresik Petrokimia Bekuk BJB Tandamata Bertabur Bintang

Satu-satunya kekalahan Gresik Petrokimia atas bjb Tandamata terjadi saat hari pertama babak final four Proliga 2022 lalu. Kekalahan itu pun dengan skor tipis 2-3 (25-16, 29-27, 19-25, 22-25, 11-15).

“Dari ketiga pertemuan itulah kami sudah sama-sama saling mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing. Itu yang jadi bekal kami dalam final nanti,” ungkap pelatih Gresik Petrokimia Ayub Hidayat.

BACA JUGAGresik Petrokimia dan Energi Dari Comeback Hany Budiarti

Uniknya, siapapun yang memenangi final nanti, merekalah yang akan menjadikan trofi ini sebagai trofi juara pertamanya di Proliga. “Kami akan berusaha mendapatkannya (juara Proliga),” harap Ayub.

Meski, di balik sukses bjb Tandamata musim ini ada mantan anak didiknya yang duduk sebagai pelatih, Alim Suseno. Alim pun sudah paham karakter permainan ala Ayub. (Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *