Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 08:57 WIB
Surabaya
--°C

Satu Orang Meninggal usai Demonstrasi Anti Pembatasan Covid-19 di Berlin

BERLIN-KEMPALAN: Kepolisian Jerman mengatakan, seorang pria berusia 49 tahun telah meninggal setelah ditahan oleh petugas selama protes terhadap langkah-langkah pemerintah Jerman untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Polisi bahwa pria itu mengeluh kesemutan di lengan dan dadanya sementara petugas memeriksa identitasnya di distrik Mitte di ibu kota, tempat ribuan pemrotes berunjuk rasa pada hari Minggu (1/8) meskipun ada larangan resmi terhadap demonstrasi. Pengumuman kematiannya disampaikan oleh kepolisian pada Senin (2/8).

Petugas memberikan pertolongan pertama kepada pria itu sampai ambulans tiba dan membawanya ke rumah sakit, di mana dia kemudian meninggal, kata polisi yang dikutip Kempalan dari Euronews.

Penyelidikan telah dibuka atas kematian pria itu. Pihak berwenang belum memberikan angka berapa banyak pengunjuk rasa dan petugas terluka selama peristiwa hari Minggu.

Sekitar 600 orang ditahan selama demonstrasi, yang menyaksikan lonjakan kekerasan ketika pengunjuk rasa menentang perintah untuk membubarkan diri dan mencoba menerobos garis polisi.

Polisi di Berlin membela diri dengan mengatakan pengunjuk rasa mulai mengganggu dan melakukan kekerasan pada petugas kepolisian, sehingga mereka harus menggunakan pentungan.

“Mereka mencoba menerobos barisan polisi dan menarik rekan-rekan kami,” katanya di Twitter. Kepolisian menurunkan 2.000 personelnya untuk menghadapi demonstrasi di ibukota Jerman itu.

Kepolisian menganggap protes itu menyebabkan sejumlah penangkapan. Unjuk rasa dilakukan di lingkungan Charlottenburg dan Taman Tiegarten. Ketika para demonstran menuju Gerbang Brandenburg, polisi memperingatkan bahwa mereka akan menggunakan meriam air jika terus berlanjut.

Gerakan Querdenker, yang telah menjadi gerakan anti-lockdown terbesar dan paling terlihat di Jerman, kadang-kadang menarik ribuan pendukungnya ke demonstrasi di Berlin dan di tempat lain di seluruh negeri. Gerakan itu telah menyatukan demonstran yang bermacam-macam, termasuk orang-orang yang menentang vaksinasi, penyangkal virus corona, ahli teori konspirasi, dan ekstremis sayap kanan. (Euronews, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.