Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 08:00 WIB
Surabaya
--°C

Sekelumit Kisah D. N. Aidit

KEMPALAN: Para pembaca pasti sering mendengar nama Dipa Nusantara Aidit, atau D. N. Aidit, ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terakhir, sebelum partai itu hancur lebur usai G30S tahun 1965.

PKI sendiri adalah partai komunis tertua di Asia yang memantapkan diri pada tahun 1920, satu tahun sebelum partai komunis Tiongkok (1921). Namun Aidit bukanlah generasi pertama dari PKI, ia adalah pemuda asal Sumatra. Menurut Satriono Priyo Utomo dalam bukunya “Politik Dipa Nusantara”, pada masa kecil, D.N. Aidit bernama Achmad Aidit dan merupakan anak sulung dari empat bersaudara.

Ia pernah mengenyam pendidikan di Holland Inlandsche School (HIS). Pada tahun 1939, ia mulai masuk ke dunia pergerakan dan bergabung dengan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), yang mana salah satu tokohnya, Amir Syarifuddin, adalah tokoh kiri. Lalu pada tahun 1943 ia melibatkan diri dengan PKI ilegal yang bergerak di bawah tanah.

Pada tahun 1946, Aidit masuk ke dalam struktur Komite Sentral PKI di bidang Agitasi dan Propaganda. Usai peristiwa Madiun 1948, ia meredup dari peredaran dengan, lalu pada 1949 bersama M. H. Lukman, ia berangkat untuk belajar ke Tiongkok, tetapi dikembalikan ke Indonesia. Tetapi, menurut Peter Edman dalam bukunya “Komunisme ala Aidit”, usai peristiwa Madiun, Aidit bersama Lukman melarikan diri ke Vietnam.

Bersama dengan M. H. Lukman dan Njoto, Aidit memimpin Politbiro PKI pada 1951, tepatnya pada 7 Januari 1951, Aidit dipilih sebagai Sekertaris Jenderal Komite Sentral PKI dengan Lukman dan Njoto sebagai wakilnya. Di bawah kepemimpinannya, PKI menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Soviet dan Tiongkok, serta menjadi partai komunis non-pemerintah terbesar di dunia.

Seperti yang disampaikan Antonie Dake dalam bukunya “In the Spirit of the Red Banteng”, Aidit justru diposisikan sebagai pihak tengah dalam tendensi kanan dan kiri di tubuh partai komunis. Hal ini berkaitan dengan perpecahan antara Soviet dan Tiongkok mengenai strategi partai komunis di dunia pasca Perang Dunia Kedua. Semenjak Soviet dipimpin Khruschev pada 1956, ada upaya besar de-Stalinisasi dan Soviet memilih kehidupan yang damai dengan Barat, sementara Mao menuding kebijakan itu sebagai revisionisme.

Hal ini menjadi perdebatan di dalam tubuh PKI, namun perjuangan damai melalui parlemen nampaknya lebih dipilih ketimbang konfrontasi dengan pemerintah. Pilihan PKI untuk berjuang di pihak parlemen, sedikit-banyak dipengaruhi oleh Aidit, maka dari itu oleh Dake, ia digolongkan sebagai pihak kanan di dalam PKI. Namun menjelang akhir PKI, nampaknya strategi partai itu justru lebih dekat dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) karena basis massa yang sama, yakni petani.

Selama hidupnya, Aidit menuliskan sejumlah buku dan pamflet, di antaranya, Menempuh Jalan Rakyat, Aidit Menggugat Peristiwa Madiun, Revolusi Indonesia: Latar Belakang Sejarah dan Hari Depannya, Tentang Marxisme, Lahirnya PKI dan Perkembangannya (1920-1955), Angkatan Bersenjata dan Penyesuaian Kekuatan Negara dengan Tugas-tugas Revolusi, Perhebat Ofensif Revolusioner di Segala Bidang!, dan Pertahankan Republik Proklamasi 1945!

Selain itu, Aidit juga menulis Kaum Tani Mengganyang Setan-setan Desa, Jadilah Komunis yang Baik dan Lebih Baik Lagi!, Pemecahan Masalah Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Dewasa Ini, serta sejumlah artikel lainnya di Harian Rakyat. Karyanya mengenai Setan Desa digunakan untuk mengidentifikasi siapa saja yang harus menjadi sasaran ketika melakukan aksi sepihak untuk landreform.

Pada puncak kekuatan PKI di bawah arahan Aidit, partai itu justru menghadapi kejatuhan, pada tahun 1965 terjadi G30S yang sampai sekarang masih diperdebatkan siapa dalang di baliknya. Lahir banyak spekulasi mengenai siapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi, yang pasti adalah Aidit ikut terlibas dalam pembersihan PKI sesudah gerakan itu. Ia yang lahir di Belitung pada 30 Juli 1923 dari pasangan Abdullah Aidit dan Mailan, tewas bersama partainya. (reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.