SURABAYA-KEMPALAN: Amir Syarifuddin adalah figur yang kontroversial. Ia pernah menjadi Perdana Menteri kedua Republik Indonesia pada tahun 1947, namun setahun kemudian tewas ditembak oleh tentara usai peristiwa Madiun.
Amir adalah politisi sosialis radikal yang sempat membentuk Partai Sosialis Indonesia (Parsi) yang bergabung dengan Partai Rakyat Sosialis (Paras) bentukan Sutan Syahrir menjadi Partai Sosialis (PS). Namun keduanya pecah kongsi dan kubu Syahrir membentuk Partai Sosialis Indonesia (PSI), sementara Amir bergabung dengan Musso dalam peristiwa Madiun 1948.
Pada tahun 1948, menurut Jacques LeClerc, Amir mengaku telah bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) semenjak 1935.
Selama menjadi Perdana Menteri RI, Amir menandatangani Perjanjian Renville yang dianggap lebih merugikan daripada Perjanjian Linggarjati. Tindakan tersebut terbukti menjadi pangkal kejatuhannya.
Meskipun punya kecenderungan kiri dalam ranah politiknya, namun Amir dikenal memiliki sisi agamisnya, dimana ia adalah penganut Kristen yang taat menurut Gerry van Klinken.
Ingin tahu lebih jauh bagaimana kisah tokoh satu ini? Mari gabung diskusinya bersama sejarawan Gerry van Klinken pada Rabu, 4 Agustus 2021, pukul 13.00-15.00 WIB. Untuk pendaftaran diskusi bisa menghubungi 082153777192. (reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi