SIDOARJO-KEMPALAN: Setelah melakukan vaksinasi terhadap 2500 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amanah Krian Sidoarjo beberapa pekan lalu, kini giliran santri Pondok Pesantren Bumi Shalawat Lebo, Sidoarjo.
Vaksinasi di Ponpes asuhan KH. Ali Mashuri (Gus Ali) ini ditinjau langsung Forkopimda Jawa Timur dalam rangka percepatan vaksinasi. Sehingga tepat HUT RI ke 76 dapat terwujudnya herd immunity di Jatim. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Minggu (25/7), di Ponpes Bumi Shalawat Lebo, Sidoarjo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda prov Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya meninjau jalannya vaksinasi berbasis pelajar.

Vaksinasi di pondok pesantren ini dikhususkan untuk anak-anak berusia 12 sampai dengan 17 tahun, dengan target 3 juta 50 ribu.
“Lalu yang usia SMA/SMK di Jawa Timur ini 1,3 juta. Jadi itu yang kita ingin maksimalkan dari stok yang ada, pokoknya kita ingin memaksimalkan dari seluruh sinergitas yang bisa kita bangun, kita maksimalkan,” papar Khofifah saat meninjau vaksinasi di Ponpes Bumi Shalawat.
Khofifah mengatakan, harapannya kita tetap semangat dan dapat mencapai target, pada saat HUT RI ke 76 kita bisa mencapai herd immunity.
“Kita bangun semangat, kita sih pinginnya, HUT RI 76 ya kita herd immunity-nya bukan 70 tapi 76 persen. Dan saya ingin menyampaikan bahwa alhamdulillah sampai dengan hari ini yang tercatat di dashboard Kemenkes, vaksinasi Jawa Timur secara dosis 1 masih tertinggi seluruh Indonesia. Dosis kedua juga tertinggi,” ujar Khofifah.

Kita jaga supaya ritme ini tetap bisa kita bangun semangat sinergitas yang terus lebih baik, herd immunity lebih cepat.
“Untuk dosis vaksin itu tergantung datangnya, kalau kita kebutuhannya hampir 31 juta, dari total itu datangnya tidak bisa di pastikan, kapan hari 220 ribu dosis, kemarin pagi datang 506 ribu dosis, tapi ya langsung habis-habis dibagi,” tandasnya. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi