Kamis, 30 April 2026, pukul : 19:36 WIB
Surabaya
--°C

Agar Lancar Masuk 10 Negara, Jepang Rancang Paspor Vaksin

TOKYO-KEMPALAN: Pemerintah Jepang berencana membuat paspor vaksinasi COVID-19 yang kelak bisa diterima lebih 10 negara Eropa, diantaranya Italia, Prancis, dan Yunani. Direncanakan, program program sertifikasi dimulai pada akhir Juli, seperti dilansir The Japan Times, Senin (5/7).

Jika kesepakatan antar negara itu tercapai, maka pelancong asal Jepang pemegang sertifikat akan dibebaskan baik dari karantina maupun kewajiban menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 saat tiba di negara-negara terkait. Namun, pemerintah Jepang justru berencana terus mewajibkan para pelancong dari negara lain ke Jepang, termasuk mereka yang kembali, agar dikarantina selama dua minggu meskipun mereka telah divaksinasi.

Tentu saja aturan di negara Jepang itu sendiri telah memperumit negosiasi dengan negara-negara seperti Singapura dan Israel. Meski negara-negara tersebut telah menyerukan pembebasan bersama.

Paspor vaksin merupakan sertifikat resmi yang menunjukkan seseorang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19 di Jepang. Sertifikat yang akan dikeluarkan pemerintah kota di Jepang akan mencantumkan nama pemegang, nomor paspor dan tanggal vaksinasi.

Sebaliknya, Uni Eropa telah menerbitkan paspor vaksinasi digitalnya sendiri untuk warga negara dan penduduk Uni Eropa. Pemegang sertifikat ini dibebaskan dari pengujian dan karantina saat bepergian ke negara lain di dalam Uni Eropa.

Para pebisnis Jepang telah menyerukan pengenalan paspor vaksin. Federasi Bisnis Jepang sebagai pelobi bisnis terbesar di negara itu yang biasa disebut ‘Keidanren’, mengusulkan sertifikat tersebut dalam format digital.

Negeri matahari terbit itu telah tertinggal di belakang Amerika Serikat, Inggris dan Israel, antara lain, dalam peluncuran vaksinasi COVID-19. Namun, sumber-sumber pemerintah Jepang menegaskan upaya peningkatan vaksinasi pada warga Jepang menjelang Olimpiade Tokyo yang dimulai pada 23 Juli.

Sementara itu, situasi darurat telh diberlakukan pada wilayah perkotaan seperti Tokyo menyusul kekhawatiran penyebaran varian Delta yang sangat menular.

”Sampai kita melihat penyebaran varian Delta mereda, akan sulit mengizinkan pembebasan karantina itu,” ungkap sumber pemerintah Jepang.

Jepang telah menggulirkan larangan masuk besar-besaran terhadap warga negara asing untuk mengatasi pandemi. Kecuali, warga asing dengan persetujuan bernotasi “keadaan luar biasa khusus”. Sedangkan, para pelancong mancanegara yang tiba di Jepang diminta untuk tinggal di rumah atau fasilitas yang ditunjuk selama 14 hari setelah kedatangan. (The Japan Times/reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.