STRESA – KEMPALAN: Empat belas orang termasuk seorang anak meninggal pada Minggu (23/5) ketika sebuah kereta gantung jatuh di wilayah pegunungan Piedmont, Italia, kata layanan darurat. Dua anak terluka parah dan diterbangkan ke Turin tetapi sayangnya salah satunya meninggal di rumah sakit.
Melansir dari Euronews, kecelakaan itu terjadi di Jalur Kabel Stresa-Mottarone, di tepi Danau Maggiore, sekitar 90 kilometer barat laut Milan, Italia
Gambar puing-puing yang dibagikan oleh layanan darurat menunjukkan kereta gantung dalam keadaan hancur di tanah, tampak seperti tempat terbuka di antara pohon pinus dan menghadap ke danau.
Kementerian infrastruktur Italia mengatakan kecelakaan itu tampaknya disebabkan oleh kabel yang putus di dekat bagian atas rute. Jalur ini direnovasi pada tahun 2016 dan baru-baru ini dibuka kembali setelah pembatasan Covid.
Kereta gantung membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai tujuan, pada ketinggian 1.491 meter, yang menawarkan pemandangan 360 derajat. Ada juga Alpyland, seluncuran log bob sepanjang 1,2 km di atas rel.
“Rencana kami adalah mendaki Gunung Mottarone karena pemandangannya indah dari sana. Kami naik kereta gantung satu jam sebelum tragedi itu, semuanya baik-baik saja,” jelas seorang siswa Luisa Tesserin.
“Ini adalah jalur kabel yang semua perawatannya telah dilakukan,” kata pemilik restoran lokal Angelo Garavaglia.
“Mereka telah menghabiskan banyak uang, mereka telah melakukan banyak pekerjaan. Saya pikir itu kecelakaan karena sistemnya dalam keadaan baik,” tambahnya.
Presiden regional Piedmont, Stefano Allasia menggambarkan insiden itu sebagai “tragedi besar” dalam sebuah postingan Facebook.
“Pikiranku tertuju pada keluarga orang-orang yang kehilangan nyawanya. Dalam menghadapi kematian begitu banyak nyawa, kita hanya bisa kecewa dan berduka,” tulisnya.
Dewan kota Stresa mengatakan di Facebook bahwa mereka “ikut merasakan penderitaan keluarga yang terlibat dalam tragedi Funivia.”
Perdana Menteri Italia, Mario Draghi mengatakan dia “sangat sedih” dengan “kecelakaan tragis.
“Saya menyampaikan belasungkawa dari seluruh pemerintah kepada keluarga para korban, serta untuk anak-anak yang terluka parah dan keluarga mereka,” katanya dengan penuh duka. (Euronews, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi