Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 13:15 WIB
Surabaya
--°C

Mada’in Salih dan Kisah di Baliknya

JEDDAH-KEMPALAN: Situs Mada’in Saleh di Jeddah, Arab Saudi adalah tempat yang menarik. Ada batu besar yang berdiri menjulang dengan bagian depan terukir seperti bangunan rumah. Situs ini dianggap sebagai tempat sakral sekaligus menjadi destinasi arkeologis berkenaan dengan kisah-kisah masa lalu.

Cerita yang berkaitan dengan tempat itu adalah Kaum Tsamud, yang mana diturunkan Nabi Saleh A.s. untuk menuntun mereka kembali ke jalan yang lurus.

Dalam cerita itu, guna membuktikan kenabiannya, maka Allah Swt memberikan mukjizat berupa unta betina yang muncul dari batu. Menurut Arab Weekly, unta itu menghantui situs Mada’in Saleh karena tindakan kejam sekaligus kekafiran Kaum Tsamud.

Situs Mada’in Saleh berada 400 kilometer ke utara dari Kota Madinah, satu dari dua kota suci umat Islam (lainnya Mekkah). Mada’in Saleh artinya “Kota Saleh” merujuk pada Nabi Saleh A.s.

Konon kabarnya, masih ada suara dari anak unta menangis di situs arkeologis itu, namun menurut Arab Weekly, bisa saja hal itu adalah suara angin yang berhembus melalui lorong-lorong pegunungan di dekatnya.

Situs bebatuan di Mada’in Saleh (Wikipedia).

Mada’in Saleh menjadi situs Warisan Dunia yang dicatat oleh UNESCO pada 2008. Tempat itu dapat dianggap terkutuk ketika melihat kisah bagaimana penduduknya menghilang sama sekali, karena itu, meskipun dipromosikan sebagai situs pariwisata oleh pemerintah Saudi, penduduknya tidak mau berkunjung ke tempat itu.

Salah satu penduduk yang diwawancarai Arab Weekly mengatakan bahwa umat Islam biasanya pergi ke tempat yang diberkahi. “Tidak ada alasan untuk seseorang bepergian ke tempat yang dikutuk,” ujar Abdullah, penduduk Madinah yang sekarang berdomisili di Jeddah.

Selama bertahun-tahun, para Ulama’ memfatwakan larangan untuk berkunjung ke tempat-tempat yang menjadi bukti amarah Allah Swt. Hal ini didasarkan pada Hadits Rasulullah Muhammad Saw.

Menurut hadits, ketika Nabi melewati Madain Saleh dalam perjalanannya ke Tabuk, Nabi berkata: “Jangan melewati tempat tinggal orang-orang yang menganiaya diri sendiri tanpa menangis.”

Fatwa tersebut telah dicabut. Selama beberapa dasawarsa terakhir, arkeolog AS, Prancis, dan Jerman telah menjelajahi kawasan itu untuk mengungkap sejarahnya. Komisi Pariwisata dan Purbakala Saudi telah mendesak orang-orang Saudi untuk mengunjungi situs tersebut sebagai sarana bagi orang miskin untuk mencari nafkah dari pariwisata dan untuk menanamkan kebanggaan akan sejarah Arab Saudi.

Yarob H. Al-Ali, seorang manajer arkeologi untuk komisi tersebut, mengatakan bahwa situs-situs seperti Madain Saleh menyediakan lapangan pekerjaan tetapi yang tak kalah pentingnya adalah memperkenalkan orang-orang Saudi pada sejarah mereka yang telah lama terabaikan.

“Merupakan komitmen panjang untuk mengungkap sejarah kawasan ini ke dunia terbuka,” ujarnya seperti yang dikutip Kempalan dari Arab Weekly.

Dalam artikel Arab Weekly itu, secara arkeologis situs itu berasal dari masa Kerajaan Nabatea dan Kaum Tsamud yang ada kisaran tahun 715 tahun sebelum masehi. Tempat itu adalah kota lain dari Kerajaan Nabatea yang beribukota di Petra yang sekarang menjadi bagian dari Yordania.

Mada’in Saleh adalah kota mati yang terdiri dari 131 makam dari bebatuan besar yang tersebar di sepanjang wilayah berukuran 21 kilometer persegi. (Arab Weekly, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.