Rabu, 22 April 2026, pukul : 02:57 WIB
Surabaya
--°C

Hari Kemenangan Bagi yang Beriman: Kembali Ke Fitrah

KEMPALAN: Kembali ke fitrah, apa itu? Fitrah bisa bermakna berbuka (fithrah). Artinya, berbuka tidak berpuasa, seperti biasanya, setelah sebulan berpuasa. Atau bisa juga bermakna kembali suci, bagai bayi yang baru lahir.

Ibnul Jauzi, dalam Kitab Zadul Masir (jilid 3/422), menjelaskan makna fitrah di sini sebagai kondisi awal penciptaan, di mana manusia diciptakan oleh Allah ta’ala pada kondisi tersebut, kondisi suci.

Fitrah diberikan oleh Allah ta’ala untuk dikembangkan manusia, diisi dan diikhtiarkan pada hal-hal kebaikan.

Sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadhan. Berpuasa untuk tidak makan sekalipun itu makanan halal, dari mulai shubuh sampai maghrib. Sebulan penuh kita ditempah untuk meraih kembali menjadi suci, dan lalu dirayakan dengan hari kemenangan; idul fitri.

Sebulan penuh banyak hal kebaikan kita lakukan, dan berharap tetap membekas mewarnai sebelas bulan perjalanan keseharian kita sampai dipertemukan pada Ramadhan berikutnya.

Kesuksesan dalam “madrasah” Ramadhan, itu diwarnai dan tampak pada sikap-sikap kebaikan yang terus diiktiarkan, menjadikan seolah di luar Ramadhan adalah Ramadhan. Bagai Ramadhan setahun.

Sikap-sikap kebaikan dalam beribadah dan beramal sholeh, mengisi dengan puasa-puasa Sunnah; puasa Syawal 6 hari, puasa Senin Kamis, puasa ayammul bidh  (puasa 3 hari tengah bulan) dan seterusnya. Qiyamul-lail, meski durasi waktu tak sepanjang di bulan Ramadhan, tetap menjadi menu keseharian.

Sikap-sikap laku di luar Ramadhan yang seolah tetap Ramadhan, itu pertanda kita lulus dalam tempaan “madrasah” Ramadhan sebulan penuh. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan bagi seorang mukmin.

Puasa memang diwajibkan bagi orang-orang beriman, itu jika merujuk pada Q.S Al-Baqarah 183. Maka bisa disebut pula, bahwa sebenarnya substansi perayaan Idul Fitri, itu juga dikhususkan bagi orang-orang beriman (mukmin).

Dan kembali ke fitrah sejatinya mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Kembali bisa memilih yang baik dan menjauhkan diri dari yang buruk. Tentu ini bukan perkara mudah, tapi spirit Ramadhan terus mengawalnya untuk menjaga fitrahnya agar tetap suci.

Selamat Idul Fitri 1442 H.
Taqoballallohu Minna wa Minkum. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.