BEIJING-KEMPALAN: China pada hari Jumat (2/4) meminta pemerintah AS untuk mencabut semua “sanksi ilegal” terhadap Iran karena menyambut kembalinya Washington ke kesepakatan nuklir Iran.
“China menyambut baik AS kembali ke kesepakatan dan mendesaknya untuk mencabut semua sanksi ilegal terhadap Iran dan menghentikan yurisdiksi lengan panjang,” tutur Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan pada konferensi pers di Beijing.
Beijing mengatakan AS ‘memicu ketegangan karena keluar dari kesepakatan nuklir Iran’
Melansir dari Anadolu Agency, Hua mengatakan China bersikap “adil” atas Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.
China baru-baru ini memperkuat seruannya untuk menghapus sanksi terhadap Iran yang diberlakukan terutama oleh AS pada ekspor minyak Teheran karena program nuklirnya.
Bulan lalu, China dan Iran menandatangani kesepakatan kerja sama strategis 25 tahun yang sangat dinantikan sebagai bagian dari Belt and Road Initiative China.
Kesepakatan senilai $400 miliar telah berada di landasan sejak Januari 2016 ketika Presiden China Xi Jinping menjadi pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Iran setelah penandatanganan perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia.
Ketika dimintai komentar tentang rencana investasi infrastruktur Presiden AS Joe Biden, juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan itu adalah “urusan internal AS”.
“China telah memulai strategi pembangunan baru dan akan mendorong keterbukaan sehingga lebih banyak negara dapat berbagi dividen pembangunan China secara berlimpah,” kata Hua.
Komentarnya muncul setelah Biden mempresentasikan rencananya senilai $2 triliun untuk merevitalisasi infrastruktur AS yang sudah tua, mengupayakan kenaikan pajak pada perusahaan untuk menutupi biayanya. (Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi