Wapres KH. Ma’ruf Amin: Dakwah dan Pendidikan Harus Adaptif dengan Kemajuan Teknologi

waktu baca 2 menit
Wapres Ma’ruf Amin

KEMPALAN: KH. Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden RI, mengatakan bahwa teknologi menjadi instrumen yang wajib dalam proses dakwah dan pendidikan. Teknologi menurut beliau, tak bisa disebut sebagai opsi dalam perkembangan dan dakwah.

Menurut KH. Ma’ruf Amin, teknologi dewasa ini bukan lagi “barang sampingan” akan tetapi telah menjadi kebutuhan fundamental bagi manusia.

“Dakwah dan pendidikan harus beradaptasi serta memanfaatkan teknologi informasi. Hal ini bukankan suatu pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan. Karena sudah menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat,” ucap KH. Ma’ruf Amin saat memberi sambutan dalam peringatan Hari Jadi Nahdlatul Wathan ke-68 melalui virtual konferensi video Jakarta (1/3).

Islam sebagai agama yang wasthiyah memang harus mampu merangkul dan menjangkau masyarakat secara luas dan dapat memberikan konstribusi yang positif dalam memberikan kedamaian bagi masyarakat. Menurut KH. Ma’ruf Amin, sebagai pusat wasathiyah, metode pada dakwah dan pendidikan di Nahdlatul Wathan harus diperkuat sejalan dengan era digitalisasi yang semakin maju.

Nahdlatul Wathan sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat ini menjadi lembaga yang secara konsistem memberikan dakwah dan pendidikan Islam sejak 67 tahun lalu. Washathiyah yang merupakan ajaran isalm yang diinternalisasi oleh organisasi ini, secara konteksual dan konsisten mengarahkan umatnya untuk bersikap adil, berimbang, bermaslahat, dan proporsional atau yang biasa disebut sebagai “moderat”.

Dalam kata sambutan yang dilontarkan oleh KH. Ma’ruf Amin, ia juga mengingatkan bahwa Nahdhatul Wathan sebagai organisasi yang lahir dari pendidikan pesantren juga perlu memberdayakan masyarakat sesuai dengan visi dan misi dari pesantren, terutama di bidang ekonomi, baik sektor keuangan atau sektor riil.

“Semoga Nahdlatul Wathan semakin kuat dan jaya dalam khittah-nya, dan terus bersinergi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun negeri,” kata KH. Ma’ruf Amin sekaligus penutup dalam sambutannya di peringatan Hari Jadi Nahdlatul Wathan ke-68. (rafi aufa mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *