JAKARTA-KEMPALAN: Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah diluncurkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Senin, 25 Januari 2021. Dengan gerakan nasional wakaf, wakaf akan menjadi penopang perekonomian nasional.
Wapres mendampingi Presiden pada Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021. Wapres selaku Wakil Ketua merangkap Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melaporkan langsung ke Presiden Joko Widodo selaku Ketua KNEKS, terkait tindak lanjut terbitnya Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 Tentang KNEKS setahun lalu.
“Kita berusaha mencari terobosan untuk mengurangi kesenjangan sosial. Penting untuk redistribusi aset dan perluasan akses permodalan. Kita perlu perluas cakupan wakaf. Tidak hanya untuk tujuan ibadah, tetapi juga pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial masyarakat,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, ekonomi syariah tidak hanya dikembangkan di negara-negara Islam. Tetapi juga Jepang, Thailand, Inggris, Amerika Serikat. “Karena itu penting untuk Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah global. Tantangannya adalah indeks literasi ekonomi syariah di Indonesia masih rendah, yakni 16,2 persen,” ujar Jokowi.
“Saat ini berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus didorong untuk diimplementasikan secara terintegrasi melalui kerjasama dengan kementerian/lembaga anggota KNEKS maupun institusi lain,” papar Wapres Ma’ruf Amin melalui konferensi video, Senin (25/1).

Wapres menyebutkan, sesuai arahan Presiden tentang pengembangan industri produk halal telah dirintis kawasan industri produk halal di Tanah Air. Di Indonesia ada dua, yakni Modern Cikande Industrial di Serang, Banten dan Safe & Lock Industrial Park di Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Wapres, wakaf adalah ajaran Islam yang membuat pesan solidaritas sosial dan saling berbagi. Wakaf juga berdimensi ekonomi untuk mengurangi kesenjangan. Wakaf juga disebut sedekah jariah yang amalnya akan terus mengalir selama harta-benda wakaf tersebut masih ada.
“Potensi wakaf uang Rp188 triliun. Selama ini wakaf masih dipakai untuk masjid, madrasah, dan makam. Ini yang akan kita kembangkan,” kata Wapres Ma’ruf.
Sekretaris Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelasan Islam hadir di dalam melindungi jiwa, akal, dan harta umat. Prinsip maqashid syariah ini sejalan dengan kebijakan sosial dan ekonomi pembangunan oleh pemerintah. Ekonomi syariah diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia dan mendukung ketahanan ekonomi nasional.
“Di Indonesia, wakaf telah berkembangan dengan baik. Namun, umumnya masih berupa properti tanah dan bangunan untuk masjid dan kepentingan umat lain. Kita juga berusaha mengembangkan wakaf uang. Salah satu tantangan adalah kurangnya literasi umat akan ekonomi syariah, sehingga kita meluncurkan brand ekonomi syariah. Brand ini dapat digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi syariah,” terang Menkeu Sri Mulyani.
Adapun peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah dapat disaksikan secara daring melalui laman https://www.youtube.com/watch?v=iNvIllzsXjQ

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi