Penyebab Gagal Juarai Proliga 2022, Pelatih Samator: Kami Tidak Beruntung

waktu baca 2 menit
Selebrasi pemain-pemain Surabaya Bhayangkara Samator setelah dikalahkan Bogor LavAni dalam grand final Proliga 2022. (Foto: Antara)

BOGOR-KEMPALAN: Klub bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator sudah kembali ke Surabaya, Senin (28/3). Sayangnya, Bhayangkara Samator pulang dengan tanpa membawa gelar juara dari Proliga 2022 ini ke kota Pahlawan.

Dalam grand final Proliga 2022 yang berlangsung di GOR Kawah Candradimuka, Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, klub juara bertahan Proliga tersebut menyerah di tangan klub debutan Proliga, Bogor LavAni.

Bhayangkara Samator kalah tipis 2-3 (27-25, 19-25, 25-20, 18-25, 10-15). Bukan hanya tak bisa mencatatkan back to back juara, pelatih Bhayangkara Samator Sigit Ari Widodo pun kehilangan kans besar memenangi Proliga dalam debut pertamanya menjadi peracik strategi Samator.

BACA JUGA: Bhayangkara Samator Lengkapi Kegagalan Klub Jatim di Final Proliga

Seperti diketahui, Sigit merupakan pelatih yang mengganti posisi pelatih Samator dalam Proliga-Proliga sebelumnya, Ibarsjah Djanu Tjahjono. Barsjah (sapaan akrab Ibarsjah) pulalah yang bisa memberikan trofi juara pada edisi 2019.

Terkait kegagalan menandai musim pertamanya sebagai nahkoda Bhayangkara Samator dengan gelar juara Proliga, Sigit menyatakan penampilan anak asuhnya malam itu antiklimaks dari laga-laga sebelumnya di Proliga.

BACA JUGA: Hati-Hati Bhayangkara Samator, LavAni Sudah Ingin Bikin Sejarah

Apalagi jika membandingkan perlawanan Bhayangkara Samator pada empat set pertama yang sama-sama kuatnya 2-2. ’’Yang pasti kami sudah berusaha bermain bagus. Dan sebaliknya, Lavani malah lebih bagus lagi mainnya’’ tutur Sigit yang sudah lebih dari sedekade menemani Barsjah sebagai asisten pelatih.Makanya,  Sigit pun tidak mau menjawab terkait apa evaluasi yang dia harapkan setelah kekalahan ini. ’’Tidak ada yang bisa dievaluasi. Karena, menurutku, kalau sampai bermain dalam lima set, maka yang terjadi hanyalah faktor keberuntungan sajalah,’’ koar Sigit.

BACA JUGA: Mantap, Samator Kembali ke Final Proliga

Yang bisa dilakukan Bhayangkara Samator berikutnya adalah kembali ke kamp latihannya yang ada di Bambe, Driyorejo. Dari situ akan diatasi kelemahan-kelemahan yang masih jadi pekerjaan rumah pelatih-pelatih Surabaya Samator berikutnya.

Setidaknya sampai Bhayangkara Surabaya kembali turun di dalam ajang-ajang selanjutnya. Seperti dalama jang Proliga 2023 atau Livoli 2022 yang juga sudah mulai diagendakan kembali digelar PP PBVSI. Paling tidak Sigit mampu merasakan untuk kali pertama memenangi turnamen dengan status sebagai pelatih kepala. (Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *