Bhayangkara Samator Lengkapi Kegagalan Klub Jatim di Final Proliga
BOGOR-KEMPALAN: Edisi final Proliga 2022 yang mempertemukan antara klub bola voli dari Jatim dan Jabar, akhirnya dimenangkan oleh klub bola voli dari Jabar. Baik di sektor putra maupun putri.
Di sektor putri, Bandung bjb Tandamata yang sudah memulai pesta Jabar setelah mampu mengandaskan ambisi klub Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia 3-1 (25-17, 25-19, 22-25, 25-18) dalam final kategori putri, Sabtu (26/3).
Pada Minggu malam (27/3), pesta pun dilanjutkan oleh klub debutan Proliga Bogor LavAni yang mampu mengandaskan ambisi juara bertahan Proliga, Surabaya Bhayangkara Samator untuk back to back juara dan menggenapi koleksi juaranya dengan delapan kali.
BACA JUGA: Hati-Hati Bhayangkara Samator, LavAni Sudah Ingin Bikin Sejarah
Dalam final kategori putra yang berlangsung di GOR Kawah Candradimuka, Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, LavAni memaksa Bhayangkara Samator untuk bermain lima set sebelum memenanginya dengan skor 3-2 (25-27, 25-19, 20-25, 25-18, 15-10).
Yang mengejutkan tentu saja kemenangan LavAni atas Bhayangkara Samator. Kemenangan si anak baru. Klub bola voli milik mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu pun akhirnya mencatatkan namanya sebagai juara baru dalam ajang Proliga ini.
Bahkan, kemenangan yang dipersembahkan Dio Zulfikri dkk tersebut juga mengejutkan sang pemilik klub, Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga putra kedua dari Presiden SBY. “Ini kejutan. Saya saja juga terkejut. Karena kami baru pertama kali tampil langsung menjadi juara,” ungkap pria yang lebih dikenal dengan inisial AHY tersebut.
BACA JUGA: Ada Mendiang Ibu Ani Yudhoyono Di Balik Kiprah klub Bogor LavAni
Bukan hanya di Proliga, LavAni yang baru dibentuk pada tiga tahun yang lalu itu belum pernah bermain dalam ajang apapun di kompetisi bola voli nasional. Ke depan, itulah yang menurut AHY akan menjadi salah satu target jangka panjang lainnya bagi LavAni.
Termasuk dengan menerjunkan skuadnya untuk tampil dalam ajang turnamen bola voli antarklub yang berskala nasional, Livoli. Sama seperti yang juga dilakukan klub-klub lainnya, seperti Bhayangkara Samator juga.
“Kami harus mulai mempersiapkan tim yang akan diturunkan dalam setiap ajang. Membina klub ini juga. Karena klub ini diisi rata-rata para pemain muda yang punya potensi besar ke depannya kelak,” sambung AHY. (Yunita Mega Pratiwi)








