Senin, 27 April 2026, pukul : 08:29 WIB
Surabaya
--°C

Pesta Ulang Tahun di Grahadi, Heru Tjahjono: Itu Surprise dari Staf, Gubernur Tidak Tahu

SURABAYA-KEMPALAN: Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengklarifikasi acara pesta ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/5) malam.

Secara tegas, Heru membenarkan adanya acara tersebut. Namun dia membantah jika dikatakan ada kerumunan massa atau pelanggaran terhadap protokol kesehatan di acara tersebut.

“Acara itu surprise dari staf kepada Ibu Gubernur. Tidak ada kerumunan dan pelanggaran terhadap protokol kesehatan. Karena Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemprov Jatim yang hadir telah menjalani swab PCR secara rutin sebulan sekali dan tidak ada yang terkonfirmasi Covid-19,” kata Heru Tjahjono kepada awak media ketika dicegat seusai salat Jumat di Kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Jumat (21/5).

Heru menjelaskan bahwa acara itu tidak mengundang tamu karena sifatnya internal. Hanya diikuti 30 orang kepala OPD dan ditambah petugas Grahadi, sehingga jumlahnya 50 orang. Termasuk personel band.

“Padahal, teman-teman wartawan kan tahu kalau kapasitas halaman Grahadi itu sekitar 2.000 orang. Ini cuma 50 orang,” kata Heru.

Yang hadir dalam acara itu, menurut Heru, hanya beberapa kepala OPD. Tidak semuanya. Karena sebagian kepala OPD sedang ada acara kunjungan kerja.
“Tidak ada artis ibu kota yang kita undang. Katon Bagaskara dan grup bandnya itu kebetulan teman baik saya. Dia sengaja datang untuk memberi ucapan selamat kepada Ibu Gubernur,” terangnya.

Sementara mengenai anak yatim yang diundang, sebelumnya telah dilakukan screening lewat swab antigen dan hasilnya dinyatakan negatif.

Sedang hidangan yang disajikan, Heru menjelaskan bahwa makanan tersebut berasal dari katering yang biasa menyiapkan menu di Gedung Negara Grahadi. Petugas penyajinya juga secara berkala dan rutin diswab PCR.

“Jadi, makanan itu menunya biasa saja. Sama seperti yang kita makan sehari-hari. Tidak ada yang istimewa,” tegas Heru.

Acara tersebut, menurut Heru, juga berlangsung singkat. Mulai pukul 19.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.15 WIB. Gubernur Khofifah sendiri hadir sekitar pukul 20.15 WIB dan 15 menit kemudian meninggalkan lokasi.
“Tidak ada jabat tangan. Setelah kami ucapkan selamat, Ibu Gubernur kemudian pamit,” ungkapnya.

Heru juga menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan idenya. Sebab sebagai anak buah ia ingin memberikan surprise kepada gubernur yang dikenal sangat perhatian pada anak buah. Sebab, hampir setiap kali ada anak buah yang ulang tahun, gubernur selalu merayakan dan memberi ucapan selamat. “Karena surprise, Ibu Gubernur juga tidak kita kasih tahu. Sebab kalau dikasih tahu, pasti Ibu Gubernur melarang,” tandasnya.

Seperti diketahui, sejak 20 Mei sebuah video viral di media sosial. Video berdurasi sekitar satu menit itu mengunggah acara pesta ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/5) malam.

Dalam video tersebut, terlihat suasana parkiran Gedung Negara Grahadi Surabaya terlihat sangat ramai. Bahkan, terdengar musik yang cukup kencang dari salah satu area di gedung tersebut. Tepatnya di sisi timur gedung atau sekitaran rumah dinas Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Pagar besi dengan ukuran cukup besar untuk pintu keluar masuk mobil dalam kondisi ditutup. Tapi, menurut Heru, pintu sengaja ditutup karena acara tersebut bersifat internal, tidak ada tamu yang diundang.

Diduga acara tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan. Sebab, meskipun ada penjaga di luar, tapi tamu yang masuk tidak diperiksa suhu tubuhnya lewat thermo gun atau diminta untuk cuci tangan.

Di dalam ternyata ada pesta perayaan ulang tahun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang ke-56.

Tak hanya Gubernur Khofifah saja, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak juga merayakan pesta ulang tahun yang ke-37. Kebetulan, kelahiran Emil berselisih sehari dengan Khofifah. Emil lahir pada 20 Mei sedang Khofifah 19 Mei.

Sang artis Katon Bagaskara yang tampil dengan grup bandnya, beberapa kali mengucapkan selamat kepada dua orang pejabat nomor satu dan nomor dua di Jatim tersebut.
Suasana benar-benar sangat semarak pada malam itu. Menyanyi dan bekerumun terjadi, yang diduga tanpa menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Yang terlibat pesta di dalam pun seakan lupa bahwa pandemi Covid-19 masih belum berlalu di Indonesia.

Pesta malam itu sepertinya juga sudah dipersiapkan cukup matang. Diduga, pesta tersebut menggunakan APBD.
Tapi, hal ini juga dibantah oleh Heru Tjahjono. “Kita tidak pakai dana APBD. Tidak ada anggaran, karena kita nggak pesta. Hanya makan-makan biasa,” tegas Heru. (*)

Penulis: Dwi Arifin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.