Senin, 23 Maret 2026, pukul : 12:18 WIB
Surabaya
--°C

Suasana Idul Fitri di Amsterdam Belanda yang Penuh Kehangatan

SURABAYA-KEMPALAN: Cuaca di pagi hari Jum’at, 19 Maret 2026 masih terasa dingin di Amsterdam, Belanda saat A.Aziz Baya’qub koresponden tetap Kempalan.com menuju ke Aristos Hall untuk sholat Iedul Fitri. Bersama warga muslim Belanda, Maroko, Turki, Sudan, Yaman, Suriname, Belgia yang  datang ke tempat tersebut untuk merayakan hari kemenangan ummat Islam menahan segala macam hawa nafsunya selamat sebulan. Jam masih menunjukkan pukul 08.30 waktu Amsterdam ketika kempalan.com tiba di lapangan sepak bola tangan tersebut. Sholat Ied diadakan tepat pukul sembilan pagi. Sekedar informasi, sepak bola tangan adalah permainan olah raga baru serta sedang menjadi trend di kalangsn remaja di seluruh kota di Belanda. Dengan cuaca 7 derajat Celcius pagi itu, sholat Ied dilaksanakan dengan khusuk dan berada di dalam gedung olah raga tersebut.

Sholat Iedul Fitri di Amsterdam tahun 2026 kali ini dipimpin oleh Ustadz Agus S. Tukiran, da’i muda yang beruntung bisa memimpin sebuah masjid di Amsterdam, Belanda hingga kini .Beliau alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ), Ali bin Abi Thalib di daerah sekitar Jl. Sidotopo, Surabaya dan S2 nya dari kampus Kalam Al Ma’wah, Ciulengsi, Bogor.  Sedangkan khatib di bawakan oleh Ustadz Hamzah B.Herdananto, mahasiswa pada Universitäs Masjid Nabawi Madinah yang berusia19 tahun dan hafal 30 jus Al Qur an, Ustadz Hamzah adalah orang yang lahir di Jogyakarta,Indonesia, lalu pindah bersama kedua orang tuanya di usia 2 tahun hingga sekarang..Beliau kuliah disana serta fasih berbahasa Arab, Turkey, dan bahasa Inggris. Serta sudah hafal 30 jus Al Qur an. Beliau telah pindah dan tinggal di Madinah bersama kedua orang tuanya yang dulunya datang sebagai pekerja migran hingga kini.

Dalam tausiah Iedul Fitri tersebut, Ustadz Hamzah menerangkan makna Iedul Fitri beserta manfaatnya dunia akhirat. Tausiah disampaikan dalam bahasa Belanda, Arab serta Indonesia. Lapangan sepak bola tangan tersebut dapat menampung jamaah sholat sebanyak kurang lebih 3000 jamaah pria maupun wanita maupun anak – anak.

Setelah sholat Iedul Fitri, hampir semua jamaah sholat Ied menuju ke masjid Euro Muslim milik masyarskat Indonesia tersebut untuk mencicipi makanan khas lebaran Aerts ber halal bihalal. Open house di masjid tersebut terbuka untuk umum, baik untuk orang Indonesia maupun orang dari non Indonesia. Banyak sekali variasi makanan ringan maupun menu utama Indonesia yang disediakan. Makanan – makanan tersebut merupakan sumbangan dari berbagai resto Indonesia yang ada di Amsterdam dan kota – kota kecil di sekitarnya, serta merupakan sumbangan masakan dari Ibu – ibu jamaah tetap masjid ini warga Indonesia yang bermukim di Amsterdam dan sekitarnya. Suasana seperti ini menambah rasa rindu atas tanah air.

Setelah acara open house, masjid tersebut masih mengadakan sholat Jumat yang berlangsung agak terlambat dikarenakan kegiatan open house tersebut di tambah kegiatan pembersihsn sampah2x kering.di masjid serta menunggu Ibu- ibu keluar dari masjid. Acara open house di masjid dihadiri kurang lebih 300 orang pria maupun wanita muslim dari berbagai negara.

Setelah acara open house di masjid, Abdul Aziz Baya’qub dari kempalan.com diundang menghadiri acara open house di luar kota Amsterdam, yaitu di kota Almere sekitar 40 kilometer dari Amsterdam. Almere adalah sebuah kota baru yang asri dan di bangun dari hasil reklamasi laut seluas kurang lebih 10 kilometer persegi di tahun 1970  hingga tahun 1974 an. Kota baru Almere ini dapat meng akomodir warga sebanyak 350.000 untuk tinggal di kota tersebut. Di kota inilah Pak Hary, Tuan rumah open house ini yang telah berdomisili sekitar 26 tahun..Beliau adalah pemilik resto bernama ” Kampung” di kota tersebut. Resto “Kampung” tersebut menyediakan bermacam menu khas Indonesia yang tentunya lezat. Dengan menu andalan di resto tersebut adalah nasi campur, sayur lodeh dan lain – lain. Pak Hary  rumahnya terdiri dari empat lantai dan termasuk orang berada di Almere, Belanda.. Beliau sering memberi amal sodaqoh berupa makanan untuk orang – orang yang akan berbuka puasa di masjid Indonesia di Amsterdam. Pak Hery adalah jebolan Universität Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia. 

Dalam acara open house di rumah beliau, Kempalan juga berjumpa dengan Jhorge, seorang anak muda dari Portugal yang sedang menyelesaikan disertasi S3 di Universiteit Von Amsterdam dengan jurusan MRI ( Magnetic Resonancing Imaging ), satu tehnis pemindaian tehnis non invasif menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio tanpa radiasi sinar X guna menghasilkan detail gambar organ, jaringan lunak dan tulang ). Dia beragama Kristen Katolik dan kiini beralih ke atheïs. Dia merupakan teman dari anak Pak Hert yang diundang untuk turut ber halal bihalal di acara tersebut.

Hadiri pula seorang kulit putih warga Belanda, Meneer Peter, insinyur perminyakan yang menikahi seorang wanita Madura yang tinggal di sekitar Rungkut, Surabaya dulu. Meneer Peter telah memeluk agama Islam dengan kesadaran sendiri dan menikahi wanita Madura tersebut di Surabaya. Hingga saat ini perkawinan mereka telah dikaruniai 2 orang anak yg telah berusia 26 tahun. Acara halal bihalal tersebut cukup ramai dikunjungi teman – teman dan masyarskat Indonesia, baik yang tinggal di kota Almere, Amsterdam, bahkan ada teman Pak Hery yang datang dari Belgia untuk turut ber halal bihalal tadi malam. Acara tersebut dimulai setalah magrib hingga pukul 23.00 waktu kota Almere, Belanda.

Laporan langsung dari koresponden tetap Kempalan di Amsterdam, Belanda.

21 Maret 2026.

Abdul Aziz Baya’qub

Amsterdam.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.