Senin, 23 Maret 2026, pukul : 12:22 WIB
Surabaya
--°C

Bebas Cemas Saat Berlaga: Para Patriot Olahraga Jatim Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan dari Latihan hingga Podium

SURABAYA –KEMPALAN : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan para patriot olahraga. Melalui kolaborasi intensif dengan BPJS Ketenagakerjaan Juanda, seluruh atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) kini mendapatkan proteksi penuh terhadap risiko cedera, baik saat latihan intensif maupun saat bertanding di arena.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa perlindungan ini adalah fondasi utama dalam membangun prestasi. Dengan adanya jaminan sosial, atlet tidak lagi dihantui kecemasan akan biaya medis jika terjadi insiden di lapangan.
“Tujuan utamanya adalah memberikan rasa aman dan nyaman. Begitu masuk program Puslatda, keselamatan dan kesehatan mereka sudah kami garansi. Atlet harus fokus all out berjuang, urusan risiko kesehatan adalah tanggung jawab kami,” ujar Nabil usai pertemuan di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Senin (16/3/2026).
Nabil mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, program ini telah membuktikan efektivitasnya. Puluhan atlet Jatim yang mengalami cedera serius telah mendapatkan penanganan medis tanpa kendala biaya. Selain proteksi maksimal, program ini dinilai sangat efisien bagi anggaran daerah karena sistem iuran yang terukur namun memberikan manfaat perlindungan yang masif.

Perluasan Perlindungan ke Atlet Non-Puslatda

Melihat keberhasilan ini, KONI Jatim kini tengah merancang skema untuk memperluas jangkauan perlindungan bagi atlet di luar ring Puslatda. Rencana ini akan melibatkan sosialisasi masif kepada Pengurus Provinsi Cabang Olahraga (Pengprov Cabor) hingga ke ranah orang tua atlet.
“Kami ingin para orang tua yakin bahwa masa depan dan kesehatan anak-anak mereka terjamin saat memilih jalur prestasi olahraga,” tambah Nabil.

Atlet Sebagai Profesi Berisiko Tinggi

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Juanda, Teldi Rusnal, menyebut atlet sebagai aset negara yang memiliki profil risiko setara dengan pekerja berat. Ia menekankan bahwa setiap cabang olahraga, mulai dari olahraga kontak fisik (combat sport) hingga renang, memiliki risiko cedera otot yang nyata.
“Atlet adalah profesi. Karena risiko kecelakaannya tinggi, perlindungan sosial adalah kewajiban. Kami menyambut baik usulan perlindungan bagi atlet non-Puslatda, selama mereka terdaftar resmi di klub atau organisasi,” jelas Teldi.

Dukungan Medis Terintegrasi

Kesiapan layanan medis juga didukung penuh oleh RS Ubaya sebagai provider mitra. Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menjelaskan bahwa pihaknya telah menangani banyak atlet Jatim, terutama untuk kasus-kasus berat seperti cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).
“Cedera ACL membutuhkan biaya besar dan rehabilitasi panjang. Dengan kerja sama ini, atlet mendapatkan layanan mulai dari tindakan operatif hingga pulih total tanpa beban finansial,” kata dr. Wenny.
RS Ubaya juga rutin menerjunkan tim medis langsung ke lapangan untuk pendampingan cabor berisiko tinggi agar penanganan pertama dapat dilakukan secara cepat dan tepat, guna mencegah cedera permanen.(Ambari Taufiq / M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.