Bandar lampung – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan bahwa Stasiun Kereta Api Bandar Lampung memiliki enam trek jalur kereta api yang juga dimanfaatkan untuk angkutan logistik. Saat ini, terdapat 27 train set kereta logistik yang melintas di jalur tersebut dengan total 61 gerbong, masing-masing berkapasitas 47 ton batu bara.
Menurut Bambang Haryo, dengan kapasitas tersebut, kereta api logistik mampu mengangkut rata-rata 50.000 ton batu bara per hari untuk jalur distribusi dari Sumatera Selatan menuju Lampung. Ia menilai angkutan batu bara menggunakan kereta api sangat bermanfaat karena setara dengan menggantikan sekitar 100.000 truk per hari, dengan asumsi kapasitas angkut 25 ton per truk.
“Ini baru satu komoditas. Apalagi bila rel kereta api ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai komoditas logistik lainnya,” ujar Bambang Haryo.
Ia menambahkan, Sumatera merupakan wilayah penghasil sumber daya alam yang sangat besar. Oleh karena itu, optimalisasi jalur kereta api akan sangat bermanfaat bagi kelancaran logistik, sekaligus mampu menyelamatkan jalur angkutan jalan raya dari kerusakan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Sejalan dengan itu, BHS berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan jalur Kereta Api Trans Sumatera yang masih tersisa sekitar 1.000 kilometer. Menurutnya, penyelesaian jalur tersebut akan memberikan manfaat besar bagi kelancaran transportasi logistik dan penumpang super massal, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera dan secara nasional.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi