Cantik, pintar, cerdas, punya jaringan dan koneksi politik bagus, keturunan keluarga terpandang, dan kaya raya. Apalagi syarat yang kurang bagi seseorang yang mau masuk ke gelanggang politik. Semua syarat itu terpenuhi pintu politik akan terbuka lebar dan jalan lapang pun membentang.
Ivanka Trump, putri tertua Donald Trump dari pernikahan dengan Ivanna, punya semua itu. Modal itu sudah ada di genggamannya. Ia juga mempunyai bakat dan ambisi politik. Selama empat tahun bapaknya menjadi presiden Ivanka menunjukkan bakat politik yang menonjol.
Donald Trump secara resmi sudah terusir dari Gedung Putih melalui ontran-ontran politik sepanjang proses pemilihan presiden 2020, tapi drama belum akan berakhir dan serial dendam politik baru akan dimulai.
Trump harus bersiap-siap menghadapi impeachment, pemakzulan, dalam beberapa hari kedepan. Para pendukungnya di Partai Republik sudah banyak yang meninggalkannya dan menyeberang ke kubu lawan, Partai Demokrat. Tapi Trump sudah pasti tidak bakal menyerah begitu saja. Seperti ketika ngotot tidak mengakui kekalahan dari Joe Biden, kali ini pun Trump akan bertarung habis-habis menghadapi lawan politik termasuk dari internal Partai Republik sendiri.
Pilpres 2024 masih jauh, tapi Donald Trump sudah mengindikasikan akan maju lagi menantang petahana Joe Biden-Kamala Harris. Proses masih sangat panjang dan rumit untuk mendapatkan nominasi Partai Republik. Dengan pengalaman pahit selama masa pemerintahan Trum sejak 2016 sampai 2020, tampaknya elite Partai Republik tidak akan berani mengambil risiko besar seperti yang terjadi pada proses konvensi 2016 yang akhirnya memunculkan Trump sebagai capres Republik.
Tapi, sekali lagi, tidak segampang itu menyingkirkan Trump. Ia memang tidak punya pengalaman politik ketika itu. Tetapi, sebagai pengusaha sukses Trump punya banyak kiat untuk menghadapi dan mempergunakan berbagai macam trik dan intimidasi politik. Ia juga tahu bagaimana mendapatkan simpati publik dari berbagai macam upaya pencitraan melalui media.
Apalagi sekarang Trump sudah punya pengalaman politik yang sangat berharga. Selama empat tahun berkuasa ia paham semua celah politik Amerika. Dan jangan lupa, Trump mempunyai pendukung fanatik dari kalangan warga kulit putih di pedesaan dan daerah-daerah pinggiran. Isu-isu rasial dan diskriminatif yang dilemparkan Trum melalui jargon MAGA, Make America Great Again, masih tetap punya daya tarik sampai empat tahun ke depan.
Persoalan lain yang harus dihadapi Trump adalah usia. Trump kelahiran 1946 dan pada 2024 nanti ia akan berusia 78 tahun. Kalau ia bisa mempertahankan kesehatan dan kebugarannya maka faktor usia tidak akan menjadi masalah. Joe Biden pun sekarang sudah berusia 78 tahun, dan mungkin terlalu uzur untuk maju lagi pada 2024 di usia 92 tahun.
Karena itu di kubu Partai Demokrat sudah ada wacana Biden satu periode saja dan Kamala Harris dipersiapkan untuk menjadi capres 2024. Prospek ini sangat membuat pendukung Demokrat makin antusias karena akhirnya punya capres perempuan dan kulit berwarna. Sekarang ini saja Demokrat sudah dilanda euforia dengan terpilihnya Harris sebagai capres perempuan pertama sekaligus perempuan kulit hitam pertama yang menduduki jabatan wapres di Amerika.
Jika Kamala Harris yang maju pada 2024, maka Trump harus berpikir ulang. Kemungkinannya cukup berat bagi Trump untuk bisa menang. Tapi, sekali lagi, bukan Trump kalau kemudian menyerah begitu saja. Kalau dia sehat pada 2024 kemungkinan dia masih akan maju lagi.
Persoalannya adalah dari mana Trump memperoleh tiket pencapresan. Ia sudah mengantisipasi hal itu. Kalau ia gagal atau ditolak oleh Partai Republik ia sudah menyiapkan partai baru Partai Patriot.
Atau mungkin juga Trump akan ambil jalur perseorangan atau independen. Jalur yang sama pernah ditempuh oleh Ross Perot, pengusaha minyak super tajir melintir dari Texas yang menjadi calon presiden independen pada 1992 bersaing dengan Bill Clinton dari Partai Demokrat dan petahana George H. Bush Partai Republik. Perot kalah dan Clinton jadi presiden. Ia mendirikan Partai Reformasi pada 1996 tapi tidak bisa berkembang. Perot meninggal 2019 dalam usia 89 tahun.
Kalau Trump tidak bisa maju sendiri pada 2024 dia sudah punya gacoan pada diri Ivanka Trump, putri kesayangan yang sekarang berusia 39 tahun. Pada 2024 Ivanka akan berusia 43 tahun, masih muda tapi cukup matang untuk menjadi presiden. Ivanka juga akan menyamai rekor John F. Kennedy yang menjadi presiden Amerika termuda ketika dilantik pada 1960.
Ivanka juga akan memecahkan rekor sebagai capres perempuan pertama dari Partai Demokrat. Pertempuran Kamala Harris vs Ivanka Trump pasti akan super-heboh karena baru kali itu Amerika mempertarungkan dua capres perempuan.
Jalan Ivanka masih panjang tapi sekarang ia sudah bersiap-siap. Tahun depan Ivanka akan maju sebagai anggota DPR dari negara bagian Florida. Sekarang dia sudah pindah rumah ke Miami dan mulai melakukan persiapan politik.
Selama kepresidenan Trump, Ivanka bersama suaminya, Jared Kushner, menjabat sebagai penasihat senior presiden. Jared Kushner menjadi orang kepercayaan dan pembisik utama sang mertua bersama Ivanka.
Trump sangat percaya dan kagum kepada kemampuan Ivanka sehingga pernah mempertimbangkan untuk menjadikan Ivanka sebagai wapresnya. Belum pernah ada dalam sejarah dunia seorang presiden punya wakil anaknya sendiri. Tapi di kepala Trump tidak ada yang mustahil. Karena itu, tidak mustahil pula pada 2024 nanti akan muncul pasangan capres dan cawapres Donald Trump-Ivanka Trump.
Welcome to America! (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi