Proliga 2026
Kemenangan Semu di GOR Tri Dharma : Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Performa Masih Lampu Kuning!
GRESIK – KEMPALAN: Papan skor di GOR Tri Dharma memang menunjukkan angka telak 3-0 (25-17, 25-22, 25-16), namun atmosfer di bench Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia jauh dari kata pesta. Meski berhasil mengalahkan Medan Falcons pada Minggu malam (1/2/2026), kemenangan ini justru meninggalkan lubang menganga pada kualitas permainan sang pemuncak klasemen.
Menghadapi Medan Falcons tim yang secara kualitas dianggap “tidak sepadan” performa skuad asuhan Alessandro Lodi ini justru tampil di bawah standar. Bukannya menunjukkan kelasnya sebagai kandidat juara, Phonska Plus malah terjebak dalam ritme permainan yang tidak konsisten dan penuh dengan kesalahan elementer yang tidak perlu.
Data menunjukkan sebuah ironi besar di balik kemenangan tiga set langsung ini. Tim tuan rumah tercatat melakukan 18 unforced errors yang mayoritas berasal dari kesalahan koordinasi receive dan servis yang menyangkut di net. Di set kedua, kelengahan ini hampir berakibat fatal ketika Medan Falcons sempat mengejar hingga kedudukan 22-24 akibat tumpulnya lini serang Phonska Plus.
“Kami menang, tapi jujur, saya merasa tim ini sedang ‘berjalan di atas lapisan es tipis’. Jika lawan kita malam ini adalah tim papan atas, ceritanya pasti akan berbeda,” ujar sang pelatih Alessandro Lodi
Pelatih asal Italia dalam sebuah pernyataan yang menggambarkan keresahan internal tim. “Kami terlalu banyak membuang poin gratis. Ini adalah tamparan keras bagi kami untuk tidak besar kepala.”
Meski sukses memperpanjang rekor tujuh kemenangan beruntun, publik voli Gresik kini mulai mempertanyakan ketajaman tim kesayangan mereka. Alessandro Lodi sendiri tidak menutupi kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa kemenangan atas Falcons hanyalah soal hasil akhir, bukan soal proses yang memuaskan.
Tanpa evaluasi total pada sektor pertahanan dan akurasi serangan, dominasi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di Proliga 2026 terancam hanya akan menjadi memori indah di babak reguler, namun rapuh saat memasuki fase Final Four yang sesungguhnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi