IPSI Jatim Sertifikasi 150 Pelatih Silat dari 38 Daerah dan 9 Perguruan Besar

waktu baca 2 menit
  • Para pendekar silat dari 38 pengkab/pengkot plus 9 Perguruan pencak silat ikuti sertifikasi kepelatihan pencak silat di KONI Jatim (foto: istimewa)

    SURABAYA-KEMPALAN : Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur memecah kebuntuan program sertifikasi dengan menggelar Pelatihan Pelatih Pencak Silat tingkat provinsi pada awal tahun 2026 pada Kamis (22/01/2026)di KONI Jatim.

    Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan sertifikasi resmi pertama yang kembali dilaksanakan sejak terakhir kali diadakan pada tahun 2019 silam.
    Pelatihan yang berlangsung intensif ini diikuti oleh 150 peserta yang mewakili 38 Pengkot/Pengkab di seluruh Jawa Timur. Tak hanya perwakilan daerah, 9 perguruan silat historis dan besar seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Pagar Nusa, dan Tapak Suci turut mengirimkan pendekar terbaik mereka untuk mendapatkan standarisasi kepelatihan terbaru.

    Wakil Ketua I IPSI Jatim Tono Suharyanto menjelaskan bahwa kekosongan sertifikasi selama bertahun-tahun sejak 2019 membuat banyak pelatih di daerah belum memiliki lisensi formal yang sesuai dengan regulasi kompetisi terbaru.
    “Ini adalah penantian panjang sejak 2019. Kami menyadari adanya kebutuhan mendesak untuk memperbarui lisensi dan wawasan para pelatih, terutama terkait aturan pertandingan internasional yang terus berkembang. Dengan sertifikasi ini, 150 pelatih dari 38 daerah dan 9 perguruan ini kini memiliki legalitas resmi untuk mengawal atlet di ajang bergengsi,” tegas Wakil Ketua I IPSI Jatim.


  • Di sisi lain, KONI Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif IPSI Jatim dalam memajukan kualitas SDM olahraga. Menurut Akmal Budianto sertifikasi ini adalah kunci utama dalam menjaga regenerasi prestasi silat di Jawa Timur.
    “KONI Jatim sangat mendukung langkah IPSI Jatim. Sejak 2019 ada gap yang cukup jauh, sehingga pelatihan ini sangat krusial untuk memastikan kualitas pelatih kita tetap berada di level tertinggi. Kami berharap dengan sertifikasi ini, Jawa Timur tetap menjadi barometer pencak silat nasional yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga unggul dalam strategi kepelatihan,” ujar perwakilan KONI Jatim.
    Pelatihan ini diharapkan dapat segera memberikan dampak instan pada kualitas pertandingan di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.(Ambari Taufiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *