Prihatin Bencana Banjir Sumatera, BHS Dorong Kolaborasi Pusat-Daerah
JAKARTA – Keprihatinan mendalam disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono atas bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menilai respons pemerintah sudah berada di jalur yang tepat, tetapi penanganan bencana harus melibatkan kolaborasi semua unsur, termasuk bantuan masyarakat.
“Pemerintah pusat telah mengirim pesawat Airbus A400M dan tiga pesawat Hercules C-130 membawa bahan makanan, tim medis, obat-obatan, tenda, perahu karet, genset, serta alat komunikasi,” kata BHS.
Menurutnya, langkah cepat ini menjadi sinyal bahwa negara hadir dalam situasi genting. Pemerintah juga mengupayakan sekitar 500 SPPG dengan kemampuan distribusi 3.000 paket per hari, dialihkan khusus untuk penanganan darurat bencana di Sumatera.
BHS menilai koordinasi antara BNPB dan TNI merupakan langkah strategis dalam operasi penyelamatan dan evakuasi korban. Keduanya kini bergerak berdasarkan arahan Rapat Terbatas di Istana.
Tak berhenti pada dukungan pemerintah, Bambang Haryo juga menggerakkan jaringan BHS Peduli untuk membantu warga terdampak.
“Saya bersama BHS Peduli akan meluncur menuju Sumatera Utara untuk mempersiapkan bantuan. Kami ingin bantuan masyarakat sipil juga ikut dirasakan langsung oleh korban,” ujarnya.
Ia mengajak elemen masyarakat serta dunia usaha yang memiliki kemampuan logistik untuk bersinergi memberi bantuan. Menurutnya, bencana berskala besar hanya bisa diatasi dengan gotong royong.
“Semoga korban bencana diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucap BHS.
Pakar kebencanaan mengingatkan bahwa Sumatera termasuk daerah dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi. Karena itu, ke depan diperlukan mitigasi jangka panjang termasuk pemetaan sungai rawan meluap, normalisasi daerah aliran sungai, dan edukasi kesiapsiagaan bagi warga.
