LPPM UNESA Berikan Materi Asesmen Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mapel PJOK Di Kota Batu

waktu baca 2 menit
Dr. Sapto Wibowo S.Pd.,M.Pd. saat memberikan materi (Foto: Istimewa)

BATU-KEMPALAN : Karakteristik siswa merujuk pada ciri dan kualitas individu yang melekat pada diri seorang siswa. Memahami karakteristik siswa sangat penting bagi pendidik untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. LPPM UNESA hadir di Kota Batu untuk memberikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait asesmen pembelajaran berdiferensiasi.

Kegiatan PKM diadakan di UPTD Dinas Pendidikan Kota Batu, pada Selasa 6 Mei 2025 dihadiri oleh guru PJOK SMP dan SMA di Kota Batu. Peserta melakukan registrasi, mengikuti upacara pembukaan, sesi materi yang dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan penutupan. Selesainya acara tidak serta merta kegiatan selesai, karena ada pendampingan secara online bagi guru yang ingin belajar lebih jauh tentang asesmen berdiferensiasi.

Nara sumber materi asesmen pembelajaran berdiferensiasi yaitu Dr. Sapto Wibowo, S.Pd.,M.Pd., menyatakan bahwa siswa memerlukan perhatian khusus terkait perbedaan gaya belajar, minat dan readiness dalam pembelajaran.

 “Pembelajaran berdiferensiasi dapat berhasil jika dimulai dengan perencanaan yang baik. Langkah awal untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi adalah memetakan kebutuhan belajar peserta didik.”, kata dosen PJKR di Fakultass Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA tersebut.

Asesmen merupakan suatu proses sistematis dan menyeluruh dalam mengumpulkan informasi terkait kompetensi serta potensi yang dimiliki oleh seorang siswa. Tujuan utama dari dilakukannya asesmen adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai kemampuan aktual siswa. Dengan mengetahui tingkat kemampuan siswa secara akurat, pendidik dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menempatkan siswa pada situasi belajar yang sesuai dengan kapasitasnya, sehingga proses pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan optimal.

Salah satu pertanyaan yang muncul dari peserta yaitu terkait penentuan skala penilaian. Penentuan skala penilaian didasarkan atas jenis penilaian yang digunakan dan indikator kompetensi apa yang akan dicapai. Skala penilaian dapat menggunakan skala numerik dan rubrik penilaian deskriptif yang telah ditentukan pada setiap kriteria.

Selain kegiatan paparan materi dan diskui, LPPM menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UPTD Dinas Pendidikan Kota Batu dengan bentuk kerjasama pada bidang peningkatan SDM. Kegiatan semacam ini diharapakan ada keberlanjutan sehingga dapat menjadi agenda peningkatan kompetensi profesional guru.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *