Punya Tiga Andalan, RT 2 RW 6 Wakili Desa Wage Ikuti Lomba RT Asri se-Sidoarjo

waktu baca 3 menit
Tim penilai kelililing di kawasan RT 2 RW 6 Desa Wage, Taman Sidoarjo.

SIDOARJO-KEMPALAN: Pemandangan berbeda terlihat di kawasan RT 2 RW 6 Desa Wage, Taman Sidoarjo, Rabu (22/5) siang. Para warga RT 2 di Perumahan Taman Surya Agung, mayoritas berpakaian kuning-kuning. Mulai dari kalangan bapak bapak hingga ibu-ibu. Ada apakah ini?

Ternyata RT 2, yang dipimpin oleh Sugeng Hariyanto ini tengah mengikuti Lomba Antar RT se-Sidoarjo kategori RT Asri yang digelar oleh Pemkab Sidoarjo. Tidak main-main, hadiah yang diperebutkan mencapai ratusan juta rupiah. Maka tidak heran, bila antusias dan atensi dari para warga sangat tinggi menyongsong lomba tersebut.

Apalagi, RT 2 mewakili Desa Wage untuk Lomba RT Asri dan bersaing dengan desa lainnya di wilayah Kecamatan Taman. Mereka berebut tiket untuk maju ke babak berikutnya di tingkat kabupaten.

Dikatakan Ketua RT 2 RW 6 Sugeng Hariyanto, pihaknya beserta warga sangat antusias menyambut Lomba Antar RT ini. Berbagai upaya dilakukan agar bisa mendapatkan hasil sesuai harapan.


“Sudah seminggu ini warga hampir setiap hari kerja bakti. Membersihkan dan menata lingkungan. Ibu-ibu juga aktif sekali, ” ujar bapak tiga anak ini di sela-sela menemui tim penilai Lomba RT Asri dari Kecamatan Taman, Rabu (22/5).

Menurut Sugeng, RT-nya ikut Lomba RT Asri ini dikarenakan mendapatkan amanah dari RW. Selain itu, di wilayahnya memang  memiliki banyak tanaman dan taman serta kolam lele.


“Ada Sentra Toga Kelor, Kolam Lele,  Taman Lansia, Taman Bermain Anak-Anak, serta Taman Asman Toga. Selain itu fasum olahraga juga ada di tempat kami, yakni lapangan tenis, volley, bulutangkis dan tenis meja,” ujar pensiunan Telkom ini.


Ditanya apa yang menjadi andalan RT 2 sehingga ikut Lomba RT Asri, pria berambut putih ini menjelaskan bahwa Sentra Kelor, Taman Asman Toga dan Kolam Lele yang lokasinya memanfaatkan lahan kosong sangat besar manfaatnya bagi seluruh warga perumahan.

Utamanya Kolam Lele. Meski belum terlalu lama dikelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) RW 6, namun hasilnya sangat terasa. Setiap kali panen, hasilnya bisa sampai sekitar 2 kwintal.

“Setiap kali panen, kita jual ke warga dulu. Tentunya dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar. Bahkan sampai selisihnya Rp 4000. Jadi warga senang, bisa beli lele murah dan bergizi. Karena kami memberinya makan dengan pakan pabrikan,” ungkap Sugeng.

Sedangkan untuk Sentra Asman Toga Kelor, menempati lahan seluas 3 x 7 m.  Karena kelor ini salah satu tanaman yg banyak manfaatnya.


“Bahkan untuk Sentra Kelor kami telah bekerjasama dengan pihak luar. Kami mendapatkan hibah dana utk perawatan kelor dari pihak Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa)  Surabaya. Ini menujukkan bahwa pihak luar percaya kepada kami,” imbuh Sugeng.

Hal senada dikatakan Ketua RW 6, Taman Surya Agung, Suyanto. Dia mengatakan bahwa RT 2 layak bersaing dengan desa-desa lain memperebutkan predikat RT Asri. Karena warganya dikenal sregep dan senang memelihara serta merawat tanaman.

“Alkhirnya kita dorong RT 2 untuk ikut Lomba RT Asri ini. Dengan harapan bisa mencapai hasil yang maksimal,” kata Suyanto.

Diakui pria asal Kota Gudeg ini, memang baru pertama kali ini RT 2 mengikuti lomba dengan kategori RT Asri. Meski begitu, pria yang akrab disapa Abah Yanto ini optimistis perwakilan RT-nya mampu bersaing dengan RT lainnya.

Sementara itu, Kades Wage Mashudan mengatakan bahwa RT 2 RW 6 Taman Surya Agung sangat layak untuk menjadi wakil RT Asri.


“Untuk kategori RT Asri,  RT 2 sudah sepantasnya mewakili Desa Wage untuk Lomba Antar RT se- Sidoarjo. Saya yakin, RT 2 bisa bersaing,” kata Mashudan. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *