Cantik Banyak atau Cantik Sekali? 

waktu baca 2 menit

KEMPALAN: Tahun 1997 saya ke Thailand diajak Yayasan Seni Surabaya (YSS) pimpinan Cak Kadar. Sedangkan YSS diajak oleh Teater Keliling yang dipimpin oleh Mbak Dery Sirna. 

YSS menampilkan beberapa tari tradisi dengan sekian kreasi baru, Teater Keliling menghadirkan pertunjukan teater. 

Kami tampil dalam Festival Internasional Seni Pertunjukan dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-50 Penobatan Raja Bhumibol Adulyadej. 

Rombongan YSS berjumlah 10 orang, enam diantaranya adalah wanita penari yang saat itu usia mereka  20-25 tahun. Sementara, rombongan Teater Keliling jumlahnya 15 orang terdiri dari pemain dan kru. 

Kami  pentas tidak saja di Bangkok, juga di beberapa kota di enam provinsi, dari kota  paling utara  mendekati Myanmar, sampai kota di ujung selatan dekat  perbatasan Malaysia. 

Lama muhibah seni ini tiga minggu. 

Orang-orang Indonesia bagi warga Thailand  –khususnya di kawasan wisata– sangat dikenal. 

Jika urusan pentas selesai, apalagi kalau bukan jalan-jalan, salah satunya ke Chatuchak pasar terbesar di Bangkok, tengok-tengok siapa tahu ada yang cocok, asal sesuai  isi kocek. 

Salah satu wanita penjual tas kulit memuji-muji para penari, mungkin dalam rangka merayu supaya dagangannya dibeli, dengan kata-kata “cantik banyaakk (banyak) …”

Saat itu saya hanya menanggapi sambil lalu. 

Namun, menjadi perhatian saya saat sehabis pentas di kota Songkhla, Thailand Selatan, dimana seorang wanita memuji kecantikan salah satu penari kami dengan kalimat: “cantik banyak! “

Sesaat kemudian saya berpikir: ‘kok sama ya yang diucapkan di Bangkok dengan di Songkhla? Padahal jarak Bangkok ke Songkhla cukup jauh’. Belakangan, setelah saya cek di google: 969 kilometer 

Kalau kita analogikan, mungkin ‘cantik banyak’ (Thailand) sama dengan ‘cantik sekali’ (Indonesia) yang pengertiannya: sangat cantik. 

Padahal, kata ‘sekali’ “se-frekuensi” dengan kata-kata ‘dua kali’, ‘tiga kali’, ‘empat kali’ dan seterusnya. 

Kalau kita kerucutkan: ‘sekali’, artinya ya cuma ‘satu kali’. 

Kalau ‘cantik banyak’, artinya cantik cantik cantik dan seterusnya: saking cantiknya. 

Jadi, untuk menggambarkan wanita yang sangat cantik, mana yang lebih tepat: ‘cantik banyak’ atau ‘cantik sekali. 

Amang Mawardi – penulis, tinggal di Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *