Gelar Musrenbang, SNL Libatkan 174 Pemuda dalam Pembangunan Kota Surabaya

waktu baca 2 menit

SURABAYA-KEMPALAN: Surabaya Next Leader (SNL) menggelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di Lapangan Futsal Dinoyo, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Sabtu (18/5). Dalam musrenbang tersebut SNL mengajak 174 anak muda yang berada di 6 wilayah RW Kelurahan Keputran, Surabaya. 

Koordinator SNL Wilayah Surabaya Pusat Fabi mengatakan, musrenbang ini pertama kalinya digelar oleh SNL di Surabaya. Tujuannya adalah untuk menjaring aspirasi anak muda Surabaya, khususnya di wilayah Kelurahan Keputran. 

Menurutnya, Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, yang memiliki jumlah anak muda yang begitu banyak. Berdasarkan jumlah sensus penduduk tahun 2020, 50 persen dari 2,87 juta penduduk Kota Surabaya adalah Gen Z dan Milenial. Maka dari itu, lanjut dia, tak heran jika Kota Pahlawan kaya akan pemuda pemudi.

“Agenda musrenbang pemuda yang kami beri tajuk ‘Cangkrukan Arek Suroboyo’ ini, diprakarsai untuk dapat mengetahui, menindaklanjuti, dan mendiskusikan hal-hal yang dapat mendorong anak muda sehingga mereka mampu meningkatkan kualitas diri. Yang nanti akan berdampak pada majunya Kota Surabaya,” kata Fabi.

Fabi menyampaikan, dalam musrenbang kali ini, SNL tidak berjalan sendiri, namun juga melibatkan Lurah Keputran Amanda Suryawan. Tak hanya itu, dirinya mengaku juga melibatkan Asisten Muda Wali Kota Surabaya Nella dalam musrenbang ini. “Kami bersyukur, musrenbang pemuda ini sukses diselenggarakan,” ujarnya. 

Sementara itu, Asisten Muda Wali Kota Surabaya Nella menambahkan, tujuan musrenbang ini digelar adalah untuk menindaklanjuti keinginan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Di berbagai kesempatan sebelumnya, lanjut Nella, Wali Kota Eri Cahyadi sering kali mengatakan bahwa dalam membangun sebuah kota itu perlu adanya keterlibatan anak muda. 

“Kami tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pak Wali juga menitipkan salam hangat dan semangat kepada kawan-kawan Kelurahan Keputran. Wes wayahe seng nom-nom (sudah waktunya yang muda-muda). Begitu pesan beliau,” pungkas Nella. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *