Wonorejo Surabaya Masuk 5 Besar Nasional Lomba Keluarga Tangguh Bencana

waktu baca 2 menit
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani.

SURABAYA-KEMPALAN: RW 2 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, menorehkan prestasi gemilang dengan masuk 5 besar nasional dalam Lomba Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB). Keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif warga dalam program Madagaskar (Masyarakat dan Keluarga Siaga Kebakaran).

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengungkapkan rasa syukur atas capaian luar biasa ini. “Alhamdulillah, PKK Wonorejo berhasil masuk 5 besar dalam lomba tanggap bencana kebakaran. Ini merupakan hasil inovasi program Madagaskar,” kata Bunda Rini, Selasa (30/4).

Nah, untuk tahap selanjutnya dalam lomba ini adalah presentasi program keluarga tanggap bencana di hadapan tim juri nasional. “Besok saya akan ke Jakarta untuk presentasi. Mohon doanya,” ujarnya.

Bunda Rini menegaskan bahwa masuk 5 besar nasional sudah merupakan pencapaian yang membanggakan. Namun, baginya manfaat program Madagaskar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tanggap bencana jauh lebih penting.

“Harapan utama kami adalah adanya perubahan dari masyarakat Wonorejo dalam menghadapi bahaya kebakaran. Ibu-ibu di sana telah dilatih dengan baik untuk menangani situasi darurat,” urainya.

Kehadiran program Madagaskar terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kesigapan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga. Salah satu contohnya adalah saat terjadi kebakaran kompor di rumah warga. Api berhasil dipadamkan dengan cepat di tiga menit pertama sebelum membesar.

“Ibu rumah tangga tersebut sigap mengambil karung basah dan memadamkan api dengan tenang dalam tiga menit pertama. Saat pemadam kebakaran datang, api sudah padam,” ungkap dia.

Karena itu, Bunda Rini optimis bahwa program Madagaskar tak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana. Tetapi juga menumbuhkan keberanian para ibu rumah tangga dalam menghadapi situasi kritis.

“Kesigapan dan keberanian ini kemudian ditularkan kepada karang taruna dan warga lainnya. Hasilnya, mereka mampu mengatasi kebakaran dalam tiga menit pertama, sehingga api tidak membesar,” paparnya.

Untuk itu, Bunda Rini mengapresiasi kerjasama seluruh warga Kelurahan Wonorejo yang telah mengantarkan RW 2 ke 5 besar lomba tanggap bencana di tingkat nasional. “Kompaknya warga dan dukungan penuh mereka menjadi kunci utama keberhasilan ini. Mohon doanya semoga Wonorejo bisa meraih juara,” pungkasnya.

Di sisi lain, Bunda Rini juga berharap, semua kelurahan di Surabaya dapat memperkuat mitigasi bencana. Baik itu terkait bencana kebakaran maupun gempa bumi. “Kita harus selalu waspada dan siap sedia menghadapi berbagai bencana. Saya harap semua kelurahan memiliki mitigasi yang kuat,” katanya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *