Kegagalan City-Arsenal Berdampak Besar Bagi Slot Inggris di Liga Champions Musim Depan, Kok Bisa?

waktu baca 2 menit
Trofi Liga Champions (Goal)

LONDON-KEMPALAN: Mulai musim depan, UEFA memberlakukan regulasi slot kelima Liga Champions musim depan untuk negara yang mencapai dua koefisien terbaik musim ini.

BACA JUGA: Arsenal-Liverpool Terpeleset, Kans Manchester City Kembali Juarai Liga Primer Inggris

Tersingkirnya Manchester City dan Arsenal dari perempat final jadi kunci hilangnya peluang Inggris. Sebab koefisien Inggris disalip Jerman yang meloloskan dua klubnya ke semifinal Liga Champions, Bayern Munchen dan Borussia Dortmund.

Peluang Bayer Leverkusen di Liga Europa bisa semakin melanggengkan slot keenam bagi Bundesliga. Begitu pula Italia yang sudah pasti menempatkan satu klub di semifinal, di antara AC Milan atau AS Roma.

Inggris tinggal mengharap Liverpool FC menyingkirkan Atalanta BC dari perempat final Liga Europa dan Aston Villa lolos ke semifinal Liga Konferensi. Sejauh ini, posisi Inggris dalam koefisien UEFA untuk musim 2023—2024 masih di posisi ketiga.

Inggris mengumpulkan koefisien total 16.875 terhitung setelah tersingkirnya City dan The Gunners (julukan Arsenal) dari Liga Champions (18/4). Masih kalah dari Italia yang mengoleksi 18.428 poin koefisien dan Jerman dengan 17.642 poin koefisien.

Pandit Sky Sports Paul Merson mengklaim padatnya jadwal yang dijalani ketiga klub elite di Liga Primer Inggris seperti City, Arsenal, dan LFC melebihi kontestan ajang Eropa lainnya.

’’Anda bisa lihat City menghancurkan Real tetapi keberuntungan tidak berpihak ke mereka (gagal di babak adu penalti),’’ sebut mantan pemain Arsenal tersebut. Selain itu, fase knockout Liga Champions kali ini juga terjadi saat Premier League masuk dalam fase krusial perebutan gelar juara.

City, Arsenal, dan LFC saat ini berselisih dua angka dengan enam pekan tersisa. ’’Meski telah jeblok di Eropa, percayalah Premier League tetap terbaik di dunia,’’ klaim Merson. Padahal, dalam tiga musim terakhir, klub-klub Inggris selalu langganan masuk ke babak empat besar. Mulai 2020—2021 sampai musim lalu.

Klub-klub Inggris pun saling bergantian mengisi slot di laga final. Setelah Chelsea sukses memenangi All England Final menghadapi Manchester City pada 2020—2021, LFC pada musim berikutnya yang dipecundangi Real 0-1 di final.

Musim lalu, City mengangkat Si Kuping Lebar (sebutan trofi Liga Champions) usai dapat mengandaskan perlawanan Inter Milan di partai final. ’’Kami percaya kami akan kembali ke sana (final) lagi musim depan,’’ koar gelandang City Rodri, dilansir laman Manchester Evening News. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *