Polisi Sidoarjo Amankan Tujuh Pengeroyok di Jalan Pahlawan

waktu baca 3 menit
Polisi menunjukkan barang bukti dan tiga orang tersangka pengeroyokan di Jalan Pahlawan Kabupaten Sidoarjo.

SIDOARJO-KEMPALAN: Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati atau pengeroyokan oleh komunitas pemuda di Jalan Pahlawan Kabupaten Sidoarjo tepatnya di depan Balai PMKS Dinsos Propinsi Jawa Timur pada Minggu (10/3/2024), sekira pukul 01.35 WIB.

“Para korban AM (anak korban) laki-laki 17 tahun, pelajar, alamat Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Korban Meninggal dunia di TKP. Hasil Otopsi menyimpulkan bahwa sebab kematian akibat kekerasan pada wajah yang menyebabkan patah tulang tengkorak dan perdarahan otak.

Kemudian MLH, laki-laki, 20 tahun, alamat Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. (Luka Berat) Korban mengalami lecet pada bibir, lecet pada hidung, lecet pada tangan kanan, lecet pada telapak kaki kanan, patah tulang terbuka pada lengan bawah tangan kiri, patah tulang tertutup pada paha kanan.

Sedangkan MABS (Anak), laki-laki, 16 tahun, Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Korban mengalami benjolan kepala bagian belakang, lecet pada leher belakang, lecet pada punggung kanan dan memar pada lengan kiri bawah,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Selasa (2/4/2024).

Sedangkan 7 orang pelakunya adalah MS. (Anak Berkonflik Hukum), laki-laki, 17 tahun, pelajar, Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Ia berperan menendang korban AM sampai terjatuh di aspal dan memukul korban MABS menggunakan alat ruyung sebanyak 5 kali. AA, laki-laki 18 tahun, pelajar, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Berperan melindas korban AM setelah jatuh di aspal dengan menggunakan sepeda motor.

Pelaku pengeroyokan terhadap korban MLH yang mengakibatkan luka berat yaknu BA, laki-laki 18 tahun, pelajar, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Peran: Memukul korban sebanyak 4 kali menggunakan alat ruyung. RA, laki-laki, 21 tahun, wiraswasta, Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Peran : Menendang punggung korban sebanyak 2 kali. BR (Anak Berkonflik Hukum), laki-laki, 16 tahun, pelajar, Kecamstan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Peran : Memukul kepala korban sebanyak satu kali. HE (Anak Berkonflik Hukum), laki-laki, 15 tahun, pelajar, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Peran : Menendang perut korban sebanyak sekali. MR (Anak Berkonflik Hukum), laki-laki, , 17 tahun, pelajar, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Peran : Memukul kepala korban sebanyak 3 kali.

Atas kejadian tersebut Tim Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan Olah TKP, analisa CCTV dan proses penyelidikan hingga kemudian pada tanggal 29 Maret 2024 Tim berhasil melakukan identifikasi terhadap para pelaku dan melakukan penangkapan terhadap tujuh orang terduga pelaku tersebut diatas.

Motif kelompok pelaku yang berasal dari komunitas “BROTHER SETARA” dan “SELATAN BEAT DOWN” mengejar dan melakukan kekerasan terhadap korban yang saat itu memakai pakaian komunitas “ANTI PAANCEL”.

Para pelaku dijerat Pasal 80 Ayat (1) dan Ayat (3) Jo. Pasal 76C Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati. Ancaman pidana penjara 15 Tahun dan denda paling banyak Rp.3.000.000.000,-

Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHPidana. Bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing mengatakan, agar masyarakat segera melaporkan segala tindak pidana kepada kepolisian. “Kita akan memproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan ragu,” tegasnya. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *