Liga 1 Ditunda, PSIS Rugi Ratusan Juta

waktu baca 2 menit
Para pemain PSIS Semarang (*)

JAKARTA-KEMPALAN: PSIS Semarang berpeluang menanggung kerugian besar jika PSSI jadi menunda kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 untuk kepentingan Piala Asia U-23 2024.

Federasi Sepakbola Indonesia, PSSI berencana menunda kompetisi Liga 1 musim 2023-2024 selama Piala Asia U-23 2024 berlangsung pada 15 April 2024 mendatang. 

Kebijakan ini diambil karena munculnya banyak penolakan dari klub-klub peserta BRI Liga 1 yang tak mau melepas pemain ke Timnas Indonesia U-23 karena Piala Asia U-23 bukan agenda FIFA Matchday.

Oleh karena itu, PSSI kemudian menggelar rapat darurat Komite Eksekutif (Exco) pada Sabtu (30/3) yang kemudian menghasilkan keputusan untuk menunda jadwal Liga 1. Keputusan itu tertulis di surat bernomor 428/LIB-COR/III/2024. 

Kebijakan baru ini tentunya akan merugi sejumlah klub peserta Liga 1, termasuk salah satu PSIS Semarang. Manajer Operasional PSIS, Wisnu Adi mengakui bahwa kebijakan penundaan Liga 1 itu memberikan kerugian besar bagi timnya. 

Karena klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu sudah terlanjur membeli tiket perjalanan pulang-pergi untuk melakoni laga tandang di markas PSM Makassar di pekan ke-31 BRI Liga 1 2023/2024 yang berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, pada Rabu (3/4).

Selain tiket, PSIS Semarang juga sudah mengeluarkan terlanjur membayar biaya untuk penginapan juga. Wisnu menyebut bahwa PSIS sudah menggelontorkan dana sebesar Rp200 juta untuk keperluan transportasi dan akomodasi.

“Kami sudah memesan tiket pesawat pulang-pergi ke Balikpapan dan harganya cukup mahal. Selain mahal, kami juga kemarin sempat kesulitan mencari tiket pesawat,” kata Wisnu Adi. 

“Sebab, pertandingan ini jadwalnya berdekatan dengan agenda mudik lebaran. Belum lagi biaya untuk menyewa hotel. Manajemen sudah mengeluarkan sekitar 200 juta untuk hal tersebut,” imbuhnya. 

Wisnu mengatakan, PSIS akan segera menggelar pertemuan untuk membahas membengkaknya operasional akibat penundaan kompetisi ini. 

“Sampai saat ini masih didiskusikan dan dicari solusi oleh jajaran direksi dan manajemen PSIS Semarang,” tutupnya.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *