Jelang Pilgub Jatim 2024, PDIP Ngaku Sudah Bertemu dan “Merayu” Khofifah

waktu baca 6 menit
Ketua DPD PDI Oerjuangan Jatim Said Abdullah.

SURABAYA-KEMPALAN:  DPD PDI Perjuangan Jawa Timur diam-diam sudah gerilya untuk menyongsong Pilgub Jatim 2024 yang rencananya akan digelar November mendatang. Bahkan, PDI Perjuangan sudah melakukan pembicaraan dengan dua partai, yakni Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Termasuk mendekati Khofifah Indar Parawansa dengan mengadakan pertemuan di suatu tempat. Khofifah sendiri sudah mendapat dukungan dari empat partai politik untuk maju lagi sebagai calon gubernur (cagub) Jatim periode kedua di Pilgub 2024.

Empat parpol yang sudah deklarasi mendukung Khofifah, yakni PAN, Gokar, Gerindra, dan Partai Demokrat.

“PDI Perjuangan akan realistis menatap Pilgub Jatim 2024. Kami sudah berbicara dengan kawan-kawan partai politik, seperti Gerindra dan PAN. Termasuk melakukan pertemuan dengan Mbakyu Khofifah Indar Parawansa di suatu tempat dan saling berbagi sharing information. Bagaimana Jawa Timur ke depan dan bagaimana positioning Mbakyu Khofifah,” kata Ketua DPD Perjuangan Jatim Said Abdullah usai acara Nuzulul Qur’an dan pemberian santunan kepada anak yatim di Kantor DPD PDI Perjuangan, Minggu (31/3) sore.

“Karena jujur saja, kami respek betul dengan Mbakyu Khofifah dan bagaimana Mbakyu Khofifah memandang kami. Tingkatannya pada itu. Kita sedang merayu Mbak Khofifah,” kata Said Abdullah yang didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno.

Apakah artinya peluang PDI Perjuangan mendukung Khofifah terbuka? “Kita tidak bicara peluang, baru penjajakan sejauh mana Mbaktu Khofifah terhadap PDI Perjuangan dan begitu sebaliknya, PDI Perjuangan mengajak Mbakyu Khofifah lima tahun ke depan seperti apa yang dimaui,” tegasnya.

Kendati demikian, Said menyebut bahwa PDI Perjuangan punya banyak kader yang disiapkan untuk maju di Pilgub Jatim 2024. Namun, sebagai petugas partai ia mengaku kurang pas untuk menyebut nama.
“Sebagai petugas partai saya akan berbuat sebaik-baiknya di manapun diberi tangung jawab oleh partai, baik oleh ketua umum langsung maupun sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Jatim,” tuturnya.

Yang jelas, menurut Said, PDI Perjuangan punya mekanisme untuk menentukan calon yang akan maju di Pilkada. Baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

“Mekanismenya dari bawah mulai penjaringan, kemudian dipublikasi, habis itu dibawa rapat DPD, kemudian DPD melakukan penjaringan ulang, diusulkan DPP,  DPP rapat, baru dilaporkan ke Ketua Umum. Jadi, panjang ceritanya,” tuturnya.

Sehingga, Said Abdullah membantah jika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Siekarnoputri ikut cawe-cawe menunjuk langsung calon yang maju di Pilkada.

“Ibu ketua umum hampir tidak pernah menggunakan hak prerogatifnya, kecuali pada tingkat pemilihan presiden saja,” tegasnya.

Sedang terkait posisi Ketua DPR RI yang sekarang diperebutkan oleh Golkar, Said Abdullah mengaku sudah berkomunikasi dengan Golkar. Dia mengatakan bahawa partai berlogo pohon beringin itu pada posisi tidak berkehendak untuk merombak atau merevisi Undang-Undang tentang MPR, DPR, maupun DPD.

“Karena komitmen Partai Golkar sama dengan kami, mengawal seluruh undang-undang yang ada dan tidak sa’deg sa’nyet merubah. Itu bukan ciri khas Partai Golkar,” tandas Said Abdullah.

Lantas bagaimana mengnai rencana pertemuan Megawati Sukarnoputri dengan Prabowo Subianto? Terkait ini, Said Abdullah meminta agar bersabar karena pihaknya masih menunggu proses MK hasilnya seperti apa. “Jangan buru-buru,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya PDI Perjuangan dengan Gerindra itu dari sisi ideologi tida ada persoalan. Dari sisi politik, juga sama sekali tidak ada persoalan.

“Sehingga sangat mudah sangat cair pertemuan pertemuan nanti antara IbunMegawati dengan.
Pak Prabowo Subianto. “Ibu Megawati sebagai pemenang Pileg dan Pak Prabowo sebagai pemenang Pilpres,” ucapnya.

Insya Allah, lanjut Said, jauh sebelum pertemuan itu nantinya akan didahului pertemuan dengan Mbak Puan Maharani, nanti setelah keputusan MK.

Santuni Anak Yatim

Pada kesempatan tersebut DPD PDI Perjuangan Jatim juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan para janda.

Pasalnya, setelah dilakukan evaluasi hasil perolehan kursi di Pileg 2024, PDIP hanya meraih 21 kursi di DPRD Jatim. Padahal di Pileg 2019  meraih 27 kursi.

“Hasil evaluasinya, turunnya itu karena kami dianggap sudah meninggalkan wong cilik.” kata Said Abdullah.

Karena itu, lanjut dia, PDI Perjuangan harus kembali ke brand-nya, yaitu kembali pada wong cilik. “Karena PDI Perjuangan itu partainya wong cilik. Itu memang stempel publik kepada kami,” ujarnya.
Sehingga, di bulan Ramadhan ini PDI Perjuangan memberikan santunan kepada 200 anak yatim dan juga beberapa janda. “Keterlaluan lah kalau sebagai partainya wong cilik PDI Perjuangan melupakan anak yatim dan para janda. Apalagi di bulan puasa, bulan maghfirah,” kata Said Abdullah.

Bahkan, dalam sambutannya di acara Nuzulul Qur’an dan santunan anak yatim  bersama KH Muhamad Imam Hambali (kyai JTV Surabaya) di kantor DPD PDIP Jatim Jl Raya Kendangsari Industri No. 57 Surabaya, Minggu (31/3) sore, Said Abdullah berpesan agar dalam setiap.kegiatan para pengurus dan kader PDI Perjuangan selalu memberikan santunan kepada anak yatim, meskipun hanya sepuluh orang.

KH. M.Imam Hambali dalam tausiahnya juga menyinggung soal besarnya pahala bagi orang yang suka menolong orang miskin ini.

Dia menceritakan bahwa pada zaman Nabi Musa AS ada suami istri yang hidupnya sangat susah. Mereka lantas mendatangi Nabi Musa dan minta didoakan agar sukses dan kaya.

Setelah didoakan, Nabi Bisa didatangi Malaikat Jibrii yang menyampaikan bahwa doanya dikabulkan oleh Allah SWT dan suami istri pun menjadi kaya. Namun, Jibril mengatakan bahwa itu hanya setahun lima bulan dan setelah itu hidupnya akan susah lagi.

Hal itu kemudian disampaikan kepada suami istri tersebut dan keduanya mengaku siap.
Oleh Nabi Musa, mereka lantas diberi uang untuk modal berdagang. Benar saja, dalam waktu singkat suami istri itu menjadi kaya raya.

Setelah sepuluh bulan berlalu, istrinya mengingatkan bahwa waktunya tinggal beberapa bulan menjadi orang kaya. Nah, selagi kaya ia pun  mengusulkan kepada suaminya untuk  menolong orang miskin dengan membangun tujuh rumah singgah yang dilengkapi dengan makan gratis dan lain-lain. Karena segalanya gratis, rumah singgah itu selalu ramai pengunjung, tidak pernah sepi.

Setelah berjalan setahun lebih lima bulan, ternyata suami istri itu bukannya susah atau mlarat, tapi justru semakin kaya raya, sehingga Nabi Musa merasa heran.

Malaikat Jibril pun datang kepada Nabi Musa. Dia memberi tahu, jika Allah SWT malu menjadikan suami istri itu miskin. Sebab, Dia hanya memberi satu kebaikan, tapi dibalas dengan tujuh kebaikan, yaitu dengan membangun tujuh rumah sunggah.

Menurut KH. Imam Hambali, hal ini sesuai dengan Al Quran surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

“Maka orang yang suka menolong akan selalu ditambah nikmatnya, semakin kaya gak tambah mlarat;” katanya.

“Semoga PDIP selalu ditolong Allah SWT. Karena suka menyantuni anak yatim dan para janda. Aamiin ya rabbal aalamiin,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *