Pelatih Vietnam Ungkap Alasan Timnya Bisa Kalah dari Indonesia

waktu baca 2 menit
Pelatih Vietnam, Philippe Troussier (*)

JAKARTA-KEMPALAN: Pelatih Vietnam, Philippe Troussier mengungkapkan alasan kenapa timnya bisa kalah dari Indonesia. Dia menyebut bahwa anak asuhnya gagal mengantisipasi serangan Indonesia. 

Timnas Vietnam menelan kekalahan 1-0 dari timnas Indonesia pada laga lanjutan Putaran Kedua Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang berlangsung Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (21/3).

Indonesia menang karena gol semata wayang yang dicetak oleh Egy Maulana Vikri pada saat babak kedua baru berjalan tujuh menit. 

Seusai laga, pelatih Vietnam, Philippe Troussier mengaku bahwa laga melawan Timnas Indonesia berjalan sangat sengit. Dia jiga terkejut karena Indonesia mampu mengantisipasi segala pergerakan tim asuhnya. 

“Kami tahu bahwa sejak awal laga tidak akan berjalan mudah. Dan kami tidak terkejut melihat Indonesia, yang benar-benar bisa mengantisipasi segala sesuatu yang akan terjadi di lapangan. Dan kami tidak bisa melakukan hal yang sama,” sambung Philippe Troussier.

Namun, Philippe Troussier juga menyebut bahwa anak asuhnya sempat mampu mendominasi permainan, namun sayangnya para pemain Vietnam tak mampu memanfaatkan peluang sehingga tak ada satupun gol yang tercipta.

“Di babak pertama kami main bagus, mengontrol laga, dan Indonesia tidak memiliki peluang untuk menyerang, Dan kami berada di posisi yang bagus. Dan juga kami bisa menerapkan transisi dengan bagus, tapi kami tidak bisa mencetak gol,” ujar pelatih berusia 68 tahun itu.

Troussier juga menyebut bahwa gol yang dicetak Egy Maulana Vikri sangat menjatuhkan semangat anak asuhnya sehingga membuat tim kesulitan untuk memenangkan pertandingan. 

“Jenis laga seperti ini, gol pertama akan jadi keberuntungan bagi yang mencetaknya. Dan gol ini datang dari sebuah situasi berbau ketidaksiapan dari kami, karena itu bukan hasil dari strategi. Kami tahu bahwa bola itu akan datang, tapi ketika waktunya tiba, kami tidak bisa melakukan apa-apa,” ucap mantan pelatih Qatar itu.

“Akhirnya kami kebobolan di awal babak kedua, dan laga jadi tidak sama lagi bagi kami,” Segalanya jadi lebih sulit bagi kami, kami harus berusaha lebih dan menerapkan strategi baru. Dan bisa dilihat kami frustrasi juga, pemain kami kehilangan semangat dan kami akhirnya kalah.” tutup pelatih asal Prancis itu.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *