Bulan Ramadhan Nekat Beroperasi, Tempat Biliar Ditutup Satpol PP Surabaya

waktu baca 2 menit

SURABAYA-KEMPALAN: Satpol PP Kota Surabaya rutin melakukan pengawasan terhadap tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) di Kota Pahlawan selama bulan suci Ramadhan. Sebab, jika kedapatan RHU yang nekat beroperasi akan langsung dilakukan penindakan oleh Satpol PP Surabaya.

Salah satunya adalah melakukan razia pada salah satu kegiatan usaha, yakni tempat biliar yang kedapatan masih beroperasi, Rabu (20/3).

Pelaksanaan razia ini menindaklanjuti adanya pengaduan kegiatan usaha yang melanggar aturan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor: 100.3.4/4839/436.8.6/2024 tentang Pelaksanaan Ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Sub Koordinator Penindakan Satpol PP Surabaya Agnis Juistityas mengatakan, razia pada tempat biliar tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti adanya aduan dari kecamatan setempat terkait RHU yang masih beroperasi.  

“Sebelumnya kami mendapat aduan dari kecamatan Wonocolo tentang adanya tempat biliar yang masih buka. Kami kemudian konfirmasikan kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) terkait hal tersebut,” kata Agnis.

Agnis menjelaskan, terkait izin beroperasi kegiatan tempat biliar Satpol PP Surabaya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya terkait nama tempat biliar yang mendapatkan izin operasi selama bulan suci Ramadhan berlangsung.

“Setelah kami cek, ternyata tempat biliar ini tidak termasuk ke dalam list tempat yang diperbolehkan beroperasi, sehingga kami berikan sanksi dengan tindak pidana ringan (tipiring) untuk diberhentikan beroperasi sementara selama bulan suci Ramadhan, dan bisa beroperasi kembali setelah hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat sembilan tempat biliar yang mendapatkan izin tetap beroperasi hanya untuk keperluan kegiatan latihan olahraga biliar. Hal itu atas rekomendasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan ketentuan tidak menjual minuman beralkohol.

Oleh karena itu, Agnis menghimbau kepada masyarakat jika mendapati adanya RHU yang masih beroperasi saat bulan Ramadhan, seperti panti pijat, klub malam, tempat biliar, maupun tempat hiburan lainnya bisa melaporkan kepada Satpol PP Surabaya.

“Harapannya masyarakat juga dapat menginfokan kepada kami jika menemui tempat RHU yang masih buka, nanti akan segera kami tindak lanjuti, serta untuk pelaku usaha RHU yang lain diharapkan dapat menaati surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota untuk meminimalisir adanya pelanggaran,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *