Gerindra Konsisten Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, tapi Anwar Sadad Dorong 20 DPC Maju di Pilkada

waktu baca 3 menit
Ketua DPD Partai Gerindar Jatim Anwar Sadad.

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menegaskan, sampai hari ini Partai Gerindra masih tetap konsisten mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon Gubernur Jatim di Pilgub 2024.

“Ini sesuai rekomendasi yang telah diserahkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Bapak Hashim Djojohadikusumo bahwa calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra adalah Ibu Khofifah Indar Parawansa,” tegas Anwar Sadad.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Sadad usai acara “Serasehan Pejuang Politik Partai Gerindra Se-Jawa Timur” di Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Sabtu (16/3) petang.

Acara ini sendiri dihadiri ratusan kader Gerindra. Termasuk yang duduk di eksekutif dan legislatif. Tampak pula hadir Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar.

Anwar Sadad juga menegaskan, Partai Gerindra mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon Gubernur Jatim sebagai bentuk terima kasih atas support, endorsement, serta dukungannya mengantarkan Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2024.

Serasehan Pejuang Politik Partai Gerindra Se-Jatim di Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Sabtu (16/3).

Berkat dukungan Khofifah, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka menang telak di Jatim dengan perolehan 16,71 juta suara atau 65,19 persen.

Sedang mengenai dirinya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad menyampaikan bahwa ia menyerahkan sepenuhnyap kepada Allah SWT.

Namun demikian, Anwar Sadad menegaskan bahwa dalam konteks Pilkada, dirinya akan mendorong kader-kader Partai Gerindra di kabupaten/kota di Jatim untuk maju sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah, di mana kursi Partai Gerindra mencukupi atau mendekati, misalnya kurang satu atau dua kursi. “Saya minta ketua DPC atau kader terbaik di daerah itu untuk maju Pilkada,” ujarnya.

Anwar Sadad yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim itu pun lantas menyebut beberapa DPC Partai Gerindra di daerah yang dinilai pantas maju dalam Pilkada 2024. Antara lain Lumajang, Jember, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Surabaya, dan Sidoarjo.

“Yang saya maksud dengan Pilkada adalah pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dan di Jawa Timur ada sekitar 20 kabupaten/kota yang perolehan kursi kita antara 8 sampai 12,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Anwar Sadad, jika pesyaratan maju dalam Pilkada membutuhkan 9 atau 10 kursi, persyaratan tersebut sudah dianggap cukup bagi Gerindra untuk mengusung kader sendiri. Sehingga nantinya akan banyak kader Partai Gerindra yang bertarung di Pilkada.

“Boleh saya katakan, dalam pertempuran Pileg mungkin kita kalah dengan yang lain. Tapi akan kita balas dalam pertempuran Pilkada,” tegas politikus yang akrab disapa Gus Sadad itu.

Ketika ditanya apakah Partai Gerindra akan mempertahankan koalisi yang sama dengan saat Pilpres 2024, yakni Koalisi Indonesia Maju (KIM), Gus Sadad menyebut dinamis. “Dinamis. Tergantung pada bagaimana kondisi politik di daerah atau dinamika politik lokal,” tuturnya.
Ketika disinggung nama Ahmad Dhani yang kabarnya akan diusung Partai Gerindra di Pilkada Surabaya, Anwar Sadad menampik. “Masih belum. Tergantung Eri Cahyadi-lah. Yang sudah kita elus-elus itu Gresik, Pasuruan, dan Probolinggo,” jelasnya.

Yang jelas, sambung Gus Sadad, para calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah yang maju dalam Pilkada  harus melalui proses dan berdasarkan usulan dari bawah.

Pada kesempatan tersebut Gus Sadad juga menegaskan bahwa nantinya para legislator Partai Gerindra yang terpilih pada Pemilu 2024 akan dimasukan dalam Kelas Sekolah Legislatif selama tiga bulan. Sehingga, ketika masuk sebagai anggota dewan, mereka bisa tahu, bisa menjalankan, tidak pakai belajar lagi, tidak pakai meraba-raba lagi. “Jadi, mereka bisa langsung in action,” tandasnya.

Sekadar diketahui, pada Pemilu 2024, jumlah kursi yang diraih Partai Gerindra naik cukup signifikan. Untuk kab/kota, jika pada Pemilu 2019 meraih 189 kursi, kali ini naik menjadi 218 kursi. Untuk DPRD Jatim, dari 15 kursi naik menjadi 21 kursi. Sedang di DPR RI dari 11 kursi naik menjadi 14 kursi. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *