Presbyond di Surabaya, Okie Agustina Bebas Mata Plus Minus Silinder

waktu baca 3 menit
Okie Agustina menjalani tindakan Presbyond di National Eye Center Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Setelah 20 tahun lebih Okie Agustina menderita mata minus, silinder dan plus, akhirnya Okie Agustina terbebas dari kacamata. Okie Agustina memilih tindakan Presbyond di National Eye Center Surabaya Februari lalu. Usai kontrol H+7 hingga H+30, menunjukan penglihatan yang optimal tanpa kacamata.

Apa sebenarnya teknologi Presbyond yang dipilih Okie Agustina ini? Saat ini, teknologi Presbyond ini baru ada di Surabaya. Salah satunya di National Eye Center Surabaya (Jl. Dr. Ir. Soekarno No.41 Surabaya (Seberang Kampus C UNAIR).

Dokter Spesialis Mata dr. Ruchyta Ranti, SpM menyampaikan, Presbyond atau yang kerap dikenal dengan alternatif LASIK Mata Plus (Presbiopi) ini memang metode khusus untuk penderita Presbiopi (mata tua).

“Karena kalau Lasik (ZEISS SMILE dan FEMTO LASIK) itu bisa bebas kacamata jarak jauh saja saja. Kalau Presbyond bisa sekaligus membantu penglihatan jarak dekat atau mata plus (Presbiopi),” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (15/3).

Dijelaskan, Presbyond memiliki teknik yang sama seperti lasik dengan menggunakan laser dan fungsinya sama. Yaitu, membentuk kembali Kornea dan mengikis untuk mengoreksi minus mata. Presbyond dilakukan pada 2 mata dengan fungsi yang berbeda, mata yang satu akan dibuat dapat melihat jarak jauh dan mata satunya dibuat dapat melihat jarak dekat.

“Presbyond hanya dilakukan pada penderita presbiopi atau mata tua bukan penyakit katarak. Jadi pasien bisa melihat dengan baik tanpa kacamata, baik di jarak dekat, menengah, dan jauh,” ucapnya.

Sebelum  merasakan kebebasan dari kacamata, Okie Agustina harus menghadapi berbagai tantangan yang tidak bisa dianggap sepele setiap hari. Sebagai seorang ibu dari Keisha Alvaro, dan 3 putra putrinya, Okie merasakan dampak dari kondisi matanya yang tidak mudah.

Terutama ketika terkena masalah mata minus, Silinder dan plus (Presbiopi). Okie harus berurusan dengan keterbatasan penglihatan yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari secara signifikan.

“Saya sudah pakai kacamata hampir 20 tahun. Semua ada, dari minus, silinder sama plus. Ya karena usia juga kan ya untuk plus itu usia tidak bisa dibohongin ya. Kemarin itu minus tuh 1,5 dan silinder aku lupa sih karena aku udah gak mau ingat-ingat lagi ya sebenarnya,” papar mantan istri Pasha Ungu ini.

Banyaknya keterbatasannya ini, Okie memutuskan untuk konsultasi dan memilih prosedur Presbyond di National Eye Center Surabaya, Februari lalu. “Awalnya mau LASIK atau ZEISS SMILE saja, tapi ternyata ada Presbyond yang sekaligus membantu bebas dari kacamata plus/Presbiopi,” tuturnya.

Presbyond baru ada di Surabaya,
Okie Agustina memiliki alasan yang kuat untuk memilih National Eye Center (NEC) Surabaya sebagai tempat untuk menjalani prosedur Presbyond. Awalnya, Okie mengaku sempat ragu-ragu, terutama karena perjalanan yang jauh dari Jakarta ke Surabaya.

Namun, setelah Keisha Alvaro LASIK ZEISS SMILE dan merasakan kenyamanan tanpa kacamata, keyakinannya pun kembali memuncak. “Ya akhirnya aku memutuskan untuk LASIK karena aku lihat juga Kiesha kemarin. Dia LASIK kok lebih enak gitu kan nggak perlu pakai kacamata lagi. Nah begitu liat dia bebas kacamata nih, wah aku harus juga nih,” ungkapnya.

Pengalaman Kiesha yang positif memberikan dorongan besar bagi Okie untuk mengejar kebebasan penglihatan yang sama. Mesk NEC Surabaya berlokasi di kota yang berbeda, Okie yakin bahwa keputusannya adalah yang terbaik.

Dia terkesan dengan fakta bahwa dokter-dokter di NEC telah tersertifikasi dan penanganannya luar biasa. Di sini, pasien tidak hanya ditangani oleh satu dokter, tetapi oleh sejumlah dokter mata yang berkualifikasi tinggi, sehingga mereka dapat menghadapi setiap situasi dengan maksimal.

Metode yang digunakan juga terbukti efektif, cepat, tanpa rasa sakit, dan memberikan kenyamanan bagi pasien. “Yang lebih penting lagi, ada Presbyond di NEC, yang baru ada di Surabaya nih. Jadi semua keluhan mata minus, silinder, dan plus bisa terkoreksi dan berkativitas tanpa bantuan kacamata sama sekali. Alhamdulilah prosesnya cepat dan tidak sakit saat tindakan, karena bius tetes mata,” paparnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *