Tinjau Banjir di Mojokerto, Pj. Gubernur Adhy Jamin Kebutuhan Dasar Korban Bencana

waktu baca 4 menit
Pj.Gubernur Jatim.Adhy Karyono saat meninjau lokasi bencana banjir di Mojokerto, Rabu (6/3).

MOJOKERTO-KEMPALAN: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda Kabupaten dan Kota Mojokerto. Ia meninjau langsung lokasi tanggul jebol di Desa Kedunggempol Kec. Mojosari Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/3).

Dalam kesempatan ini,  Adhy menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan menjamin kebutuhan logistik bagi para korban bencana banjir. Kebutuhan yang dimaksud antara lain, pengungsian hingga makanan dan minuman yang telah dipastikan aman.

“Tugas kita adalah bagaimana memenuhi kebutuhan dasar logistiknya. Pertama adalah tempat pengungsian, yang kedua makanan InsyaAllah tidak ada masalah. Kami siap dari BPBD kemudian semua peralatan tidur dan lainnya juga sudah kita siapkan,” ujar Adhy usai tinjuan.

“Jangan khawatir untuk urusan logistik kami sudah siap. Memang sudah kita persiapkan untuk musim hujan ini,” jelasnya.

Adhy melanjutkan, mengenai penanganan logistik untuk saat ini diatur sedemikian rupa. Pasalnya, jumlah pengungsi sangat banyak. Pelayanan akan lebih maksimal jika lokasi pengungsian tidak berada di satu tempat. Sementara dapur umum yang ada mampu menyediakan logistik sebanyak 5.000 dalam sehari untuk warga yang terdampak. “Kita harus memberikan pelayanan yang lebih maksimal untuk warga terdampak,” tuturnya.

Sementara terkait kondisi banjir sendiri, sambungĀ  Adhy, saat ini berangsur surut. Beberapa skema pun dilakukan untuk menangani para pengungsi. Seperti menjadikan balai desa menjadi dapur umum.

Pj.Gubernur Jatim Adhy Karyono membagikan bantuan makanan siap saji kepada korban bencana banjir.

“Kondisi genangan saat ini mengalami penurunan dan berangsur surut. Balai Desa Kedunggempol dijadikan dapur umum serta penerimaan bantuan. Tidak ada pengungsi dan korban jiwa,” kata Adhy.

“Kiita tutup sementara dulu dengan sesek kemudian dengan sand bag. Nanti sambil jalan, yang penting tutup dulu. Permanen tidak bisa karena kan harus surut dulu,” terangnya.

Tak hanya itu, Adhy juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Ari (PU SDA) Provinsi Jawa Timur untuk siaga selama 24 jam menangani tanggul jebol yang ada di Jalan Sadar, Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya hal ini penting karena ketika hujan kembali turun maka dampaknya akan semakin luas.

“Saya memerintahkan kepala dinas PU SDA secepatnya 24 jam, jangan berhenti, dengan lampu, karena ini berkejaran dengan waktu. Kalau tidak diputus ini hanyut terus,” jelasnya.

Adhy juga menyampaikan, hal penting lainnya adalah penyelamatan korban banjir. Utamanya bagi masyarakat yang rentan seperti para lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun demikian banjir ini menyebabkan hampir 1.200 orang terdampak.

“Yang paling penting adalah kelompok rentan ya, lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Itu yang paling diutamakan untuk ditempatkan di tempat permanen. Berikutnya yang bukan rentan bisa di tempat pengungsian yang biasa,” ucapnya.

Selain penanganan tanggul dan logistik bagi korban banjir, Adhy juga menyampaikan pentingnya masalah kesehatan para korban bencana. Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Kesehatan baik dari Provinsi maupun
Kabupaten dan Kota Mojokerto untuk memberikan pelayanan optimal.

“Kami sudah siapkan, juga koordinasi dengan Dinkes kabupaten maupun provinsi untuk bisa langsung melayani kesehatan, tidak perlu perintah-perintah lagi. Otomatis di setiap ada titik kumpul pengungsian maka harus ada pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Adhy mengunjungi tanggul jebol dan dapur umum Dinsos Kabupaten Mojokerto di Kantor Kepala Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Adhy bersama sejumlah kepala OPD Pemprov Jatim juga melihat kondisi genangan air di Kelurahan Meri dan Dapur Umum Dinsos Pemprov Jatim di Balai RW Jalan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Selain mengunjungi lokasi bencana,  Adhy  juga menyerahkan bantuan berupa 30 karton makan siap saji, 50 paket kebersihan, 300 lembar selimut, 100 lembar matras, 20 karton tambahan gizi, 500 lembar karung plastik, 20 karton air mineral, 1.000 paket sembako, dan 100 lembar gedek untuk penanganan banjir di Kabupaten Mojokerto.

Sementara Kota Mojokerto juga menerima bantuan yang sama. Hanya saja tidak ada bantuan berupa 100 lembar gedek.

Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikhfina Fahmawati mengatakan, banjir yang terjadi ini disebabkan curah hujan yang tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto pada Rabu dini hari. Tingginya curah hujan diikuti dengan kiriman air dari wilayah hulu sungai yang mengakibatkan peningkatan debit air Sungai Sadar meluap.

Bupati Ikhfina melanjutkan, akibat dari luapan air sungai, dua tanggul di kecamatan Mojosari Dusun Gempolmalang dan Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol, jebol. Masing-masing sepanjang 25 m dan 10 m.

“Jalan dusun ketinggian genangan air kurang lebih 70 – 80 cm dan sawah terdampak 81 hektar,” tuturnya.

Tampak mendampingi kunjungan Pj. Gubernur Jatim ke Kabupaten Kota Mojokerto di antaranya Bupati Mojokerto, Pj. Wali Kota Mojokerto, Kabakorwil Bojonegoro, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU SDA, Kepala Dinas PU BM, Kalaksa BPBD Jatim, dan Kepala Dinas Sosial Jatim. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *